Blogger Kampanye Peduli AIDS untuk Melindungi Perempuan dan Anak


[ tulisan ini dalam rangka berpartisipasi kampanye Aseanblogger peduli AIDS ]

Selama ini saya tidak banyak tahu tentang HIV/AIDS. Bisa dibilang tidak peduli juga dengan HIV/AIDS. Sebagai orang awam, yang saya tahu itu adalah penyakit yang mematikan. Penyakit yang belum ada obatnya. Penyakit menular yang dianggap tabu oleh masyarakat. Jika ada orang yang mengidapnya maka orang itu bisa dianggap orang yang kurang iman karena melakukan seks bukan dengan pasangannya yang sah sehingga tertular virus mematikan itu. Penyakit itu juga bisa dianggap aib bagi penderita, keluarga dan lingkungan masyarakat. Itulah pemahaman saya dan mungkin masyarakat umum tentang HIV/AIDS.

Apakah HIV/AIDS itu? HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, sebuah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. AIDS singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome. AIDS muncul setelah virus (HIV) menyerang sistem kekebalan tubuh kita selama lima hingga sepuluh tahun atau lebih. Sistem kekebalan tubuh menjadi lemah, dan satu atau lebih penyakit dapat timbul. Karena lemahnya sistem kekebalan tubuh tadi, beberapa penyakit bisa menjadi lebih parah daripada biasanya. Selengkapnya silahkan anda baca di http://www.aidsindonesia.or.id/dasar-hiv-aids

aseanblogger peduli aids

Acara ASEAN Blogger #Peduli

Saya lebih mengerti tetang AIDS setelah mengikuti acara Asean Blogger #Peduli pada hari sabtu 1 Desember 2012 di Gedung Pusdiklat Kementrian Luar Negeri Jakarta. Acara itu adalah salah satu bentuk kampanye bahwa aseanblogger peduli AIDS. Tidak hanya peduli AIDS, acara itu juga bentuk kampanye aseanblogger peduli terhadap disability. Bagi saya acara itu cukup menarik terutama topik tentang HIV/AIDS. Pembicara pada sesi tentang HIV/AIDS antara lain dr. Bagus Rahmat P, Syaiful W Harahap dan @suksmaratri. Banyak sekali hal yang dipaparkan berkenaan dengan HIV/AIDS. Harapannya sebagai blogger bisa berperan dalam mengkampanyekan kedua isu itu (peduli AIDS dan peduli disability) melalui media blog.

Mengenai orang yang mengidap HIV/AIDS atau ODHA (Orang dengan HIV/AIDS), karena ketidaktahuannya maka biasanya masyarakat mempunyai persepsi dan perlakuan yang salah terhadap orang yang mengidap HIV/AIDS. Masih sering ditemui diskriminasi terhadap ODHA. Seringkali ODHA dianggap orang yang terkena azab karena perbuatan dosanya yang melanggar norma. Tidak serta merta kita menyalahkan persepsi masyarakat yang salah itu. Mungkin banyak hal yang menjadikan masyarakat seperti itu. Bisa karena faktor informasi yang belum sampai ke mereka, bisa karena faktor sejarah tetang pencitraan HIV/AIDS pada masa lalu, atau mungkin juga karena adanya faktor politis, yaitu ada orang yang mempunyai kepentingan di balik isu itu. Tetapi bagaimana juga kita harus ikut menyebarluaskan bagaimana seharusnya bersikap terhadap orang yang mengidap HIV/AIDS. ODHA adalah manusia seperti kita juga, bagaimanapun juga kita harus menghargai dan “memanusiakan” mereka. Saya yakin pemerintah sudah banyak usaha atau sudah mempunyai badan khusus dalam mengurusi HIV/AIDS ini. Tetapi sebagai blogger juga tidak ada salahnya ikut menyebarluaskan tentang ini, walaupun hanya melalui sebuah tulisan.

aseanblogger peduli aids

dr. Bagus Memaparkan tentang Penyebaran AIDS (http://dokterbagus.com)

Orang yang mengidap (positif) HIV/AIDS belum tentu karena melakukan perbuatan dosa yang melanggar norma. Jika memang orang terinveksi HIV karena melakukan perbuatan yang melanggar norma, semoga saja ia bertaubat dengan taubat yang sebenarnya, tidak akan mengulangi perbuatan dosanya lagi. Apabila memang ada orang yang terinfeksi HIV karena perbuatannya melanggar norma, bukan lantas kita membenci, memberi stigma negatif dan mendiskriminasi orang yang terinfeksi itu. Apalagi yang terinfeksi HIV bukan karena perbuatan melanggar norma. ODHA adalah orang yang terkena penyakit seperti orang lain yang terkena penyakit kanker atau penyakit lainnya. Maka, jauhi virusnya jangan jauhi orangnya.

aseanblogger peduli aids

@suksmaratri Berbagi Pengalaman Tentang ODHA

Semua orang bisa tertular virus HIV, yang terinfeksi virus ini bisa dari orang yang pendidikan rendah sampai yang pendidikannya tinggi, bisa rakyat biasa atau pejabat, bisa dari suku manapun dan agama apapun, tidak pandang bulu. Semua orang bisa tertular, tidak hanya orang yang melanggar norma dengan melakukan hubungan seks yang tidak sah, juga ada orang yang tidak melanggar norma. Ada sebagian orang yang terinfeksi HIV/AIDS adalah ibu-ibu dan anak-anak. Ibu-ibu itu ada yang ibu rumah tangga (IRT). IRT itu tidak pernah selingkuh dan setia kepada pasangannya. Yang saya baca dari http://odhaberhaksehat.org, di Indonesia sekitar 83.000 kasus infeksi HIV dialami oleh perempuan. Dari IRT yang terinfeksi HIV maka bisa menularkan ke anak yang dikandung dan dilahirkannya. Maka kasus infeksi HIV pada anak-anak cenderung meningkat setiap tahun. Saya baca dari kompas.com : “Kementrian Kesehatan meramalkan, pada 2014 anak positif HIV bertambah 5.775 kasus sehingga total anak positif HIV di RI mencapai 34.287 kasus”. Hal ini yang harus menjadi perhatian supaya ada perlindungan terhadap perempuan (ibu) dan anak, baik yang belum terinfeksi atau pun yang sudah terinfeksi. Kepada yang belum terinfeksi harus ada usaha untuk melakukan pencegahan. Kepada yang sudah terinfeksi harus ada perlakuan yang sama kepada mereka. Tidak boleh ada diskriminasi, misalnya dalam hal pekerjaan bagi perempuan itu dan pendidikan/sekolah bagi anak-anak itu.

aseanblogger peduli aids

Data ODHA di Jakarta dari Presetasi Bapak Syaiful W Harahap

Kenapa tetap memperlakukan mereka seperti orang pada umumnya, karena virus HIV tidak menular melalui : Bersalaman, berpelukan, berciuman, batuk, bersin, memakai peralatan rumah tangga (seperti alat makan, telepon, kamar mandi, WC, kamar tidur, dll), gigitan nyamuk, bekerja, bersekolah, berkendaraan bersama, memakai fasilitas umum (misalnya kolam renang, WC umum, sauna, dll). Virus HIV tidak dapat menular melalui udara. Virus ini juga cepat mati jika berada di luar tubuh. HIV tidak dapat diserap oleh kulit yang tidak luka.

Virus HIV terdapat dalam sebagian cairan tubuh, diantaranya: Darah, Air mani, Cairan vagina, Air susu ibu (ASI). Penularan virus HIV/AIDS ini biasanya melalui: Bersenggama yang membiarkan darah, air mani, atau cairan vagina dari orang HIV-positif masuk ke aliran darah orang yang belum terinfeksi; Memakai jarum suntik yang bekas pakai orang lain, dan yang mengandung darah yang terinfeksi HIV; Menerima transfusi darah yang terinfeksi HIV; Dari ibu HIV-positif ke bayi dalam kandungan, waktu melahirkan, dan jika menyusui sendiri.

Jika melihat kasus HIV/AIDS yang terjadi pada perempuan/ibu dan anak, maka biasanya ada peran suami yang menularkannnya. Suami yang menjadi pembawa virus HIV dari luar. Ia terinfeksi virus HIV bisa karena ia melakukan hubungan seks dengan orang yang positif HIV atau ia menggunakan narkoba dengan menggunakan jarum suntik bekas dari orang yang terinfeksi HIV. Untuk melakukan pencegahan hal ini, kepada para suami harus menjadi suami setia, jangan melakukan hubungan seks yang tidak sah. Nikmatnya hanya sementara, malahan mendapat dosa, mendapat penyakit juga, dan bisa menularkan kepada istri dan anak. Selain itu juga jauhi narkoba. Sebaiknya juga melakukan cek kesehatan/tes HIV, tidak hanya istri tapi juga suami. Biasanya merasa malu untuk cek kesehatan tentang HIV/AIDS ini. (Saya sendiri juga tidak pernah, karena saya suami yang setia, hehe…). Dalam hal ini pemerintah bisa memfasilitasinya. Biasakan juga mempunyai sikat gigi dan pisau cukur sendiri, karena selain untuk kebersihan pribadi, jika terdapat darah akan ada risiko penularan dengan virus lain yang diangkut aliran darah (seperti hepatitis), bukan hanya virus HIV.

Marilah kita bersama-sama melakukan usaha bersama untuk mencegah dan menanggulangi Virus HIV/AIDS ini. Kita bisa menyebarluaskan informasi tentang HIV/AIDS ini ke seluruh lapisan masyarakat melalui media apapun.  Sebagai blogger bisa kita kampanyekan melalui media blog, blogger menjadi duta AIDS, di wilayah Asia Tenggara aseanblogger peduli AIDS. Kita semua berusaha untuk melindungi kesehatan masyarakat, terutama kesehatan keluarga, perempuan/ibu dan anak-anak.

aseanblogger peduli aids

Jumlah Kasus HIV/AIDS di Seputar Indonesia RCTI

3 thoughts on “Blogger Kampanye Peduli AIDS untuk Melindungi Perempuan dan Anak

  1. Pingback: Asean Blogger Peduli AIDS | CPNSUPDATE.COM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s