Jaman Edan! Yen ra Edan ra Keduman


Lihat Apa Kabar Indonesia pagi tanggal 3 Februari 2010.

Seorang ABG (Anak Baru Gede) masih usia pelajar sedang diwawancarai oleh presenternya, Indi Rahmawati. Obrolan keduanya terkait dengan aktifitas dari ABG tersebut. Setelah terungkap kasus pelacuran di Surabaya melalui situs jejaring sosial Facebook, ternyata masih ada kasus lain. Kalau yang di Surabaya ada yang mengorganisir (germo) tapi kalau si ABG ini dengan atas nama dirinya sendiri. Dia mempromosikan dirinya melalui media jejaring sosial yang sama. Ketika ditanya alasan kenapa dia melakukan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup dan sekolahnya. Setiap minggunya bisa mendapat pelanggan sampai 10 orang, dengan kisaran tarif limaratus ribu sampai dua juta.

 

Contoh diatas merupakan salah satu cara dalam memenuhi kebutuhan hidup. Kebutuhkan hidup memang harus dipenuhi, supaya terpenuhi kebutuhan pasti  juga harus mengusahakanya. Banyak cara dalam memenuhi kebutuhan. Baik pemenuhan kebutuhan dengan cara yang baik ataupun pemenuhan dengan cara yang tidak baik, keduanya sama-sama bisa memenuhi kebutuhan, tetapi dari nilai keberkahan hasilnya pasti berbeda. Kata seorang ustadz bahwa harta/materi dunia ini tidak ada harganya disisi Tuhan, makanya diberikan kepada siapapun, apakah itu koruptor, perampok, pelacur, pencuri semua diberikan harta materi dunia. Nantinya baru ada perhitungan/hisab dari mana harta dunia itu didapatkan dan kemana harta dunia itu dibelanjakan. Kalau dari mendapatkannya saja sudah dengan cara yang tidak baik, apalagi ditambah dengan membelanjakannya juga dengan cara yang tidak baik, ya komplit sudah nanti penderitaannya di neraka.

Apakah dengan alasan pemenuhan kebutuhan terus diperbolehkan untuk melakukan cara yang tidak halal, tentu semua punya jawaban sama; tidak. Apakah memang benar-benar untuk pemenuhan kebutuhan atau hanya untuk menuruti keinginan nafsu dan gaya hidup (lifestyle), hanya untuk selalu menuruti gaya komsutif, tidak bisa membedakan antara kebutuhan (needs) atau keinginan (wants). Buktinya masih banyak orang (guru kehidupan) yang tetap menjalani kehidupan ini dengan cara yang baik untuk mencapai kesuksesan walaupun dalam kondisi materi yang bisa dibilang terbatas. Lalu kenapa masih ada kejadian-kejadian seperti contoh di atas?

Atau memang karena sudah jamannya. Dalam buku karya Jaya Baya-CMIIW- bahwa akan tiba masa dimana jaman itu disebut ‘Jaman Edan’. Ciri-ciri jaman tersebut salah satunya ‘wong wedok wis ilang wirange’ (baca:perempuan sudah hilang rasa malunya), bagaimana tidak hilang rasa malunya? wong kita dapat dengan mudah melihat aurat wanita secara terang-terangan, baik secara langsung ataupun tidak, contohnya saja ngakunya membuat film horor dan komedi (tujuannya penonton supaya terhibur mengalihkan persoalan hidup sejenak) tapi hasilnya malah film yang mendekati porno, dsb. Dan juga di jaman edan akan berlaku hukum ‘Yen ra edan ra keduman’ (baca:kalau tidak ikut aneh/tidak jujur/”gila” maka tidak akan kebagian/bisa hidup), ada yang mengatakan mencari yang haram saja susah apalagi yang halal (ini kata orang ngawur),  tapi di akhir pernyataannya diakhiri dengan kalimat ‘wong kang beja yaiku wong kang eling lan waspada’ (baca:orang yang beruntung adalah orang yang selalu ingat kepada Tuhan dan berhati-hati).

4 thoughts on “Jaman Edan! Yen ra Edan ra Keduman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s