Perjalanan Idaman


Tahukah anda bahwa setiap enam detik satu orang tewas atau setidaknya mengalami luka parah akibat kecelakaan jalanan seluruh dunia? Artinya dalam setahun 1,3 juta orang tewas akibat kecelakaan, atau setara dengan korban tewas akibat wabah malaria atau tuberkulosis/TBC di seluruh dunia dalam periode yang sama.

Kematian akibat kecelakaan jalanan juga menimbulkan dampak lain, seperti kemiskinan. Hal itu terbukti lewat penelitian di India dan Banglades yang menemukan bahwa kondisi perekonomian setengah dari total keluarga korban kecelakaan langsung drop ke titik terendah. Kecelakaan jalanan juga tercatat sebagai salah satu pembunuh anak yang utama. Badan PBB untuk Anak dan Pendidikan (UNICEF) dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 260.000 anak tewas dan 10 juta lainnya terluka akibat kecelakaan di jalan.

Tak mengherankan jika kita tengah gencar mengkampanyekan safety riding atau safety driving. Para pemangku kepentingan memasukkan kecelakaan jalanan sebagai wabah kesehatan global, sehingga dapat diambil tindakan untuk mencegah jatuhnya korban. Caranya sendiri sudah ada, seperti memperbaiki desain jalan yang berfokus kepada keselamatan pejalan kaki, menciptakan kendaraan yang aman, helm dan seatbelt, memberikan sanksi bagi pengemudi mabuk, memberikan pelatihan pengemudi, menerapkan aturan lebih keras untuk mendapatkan SIM dan batas kecepatan yang diijinkan. Cara-cara seperti itu mampu menekan jumlah korban hampir 50 perse dalam 30 tahun terakhir. (sumber:Readers Digest Indonesia)

Aktifitas sehari-hari kita tidak lepas dari perjalanan. Setiap hari hampir pasti ada waktu yang kita habisakan di jalan (kecuali ga kemana-mana cuma duduk manis di rumah). Saya sering memimpikan ketika di jalan baik menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum ingin merasakan perjalanan yang aman, nyaman dan efisien. Aman berarti selamat sampai tujuan, nyaman berarti tidak stress di jalan dan bisa menikmati perjalanan, efisien berarti bisa menghemat bahan bakar.

Perlu kesadaran kepada semua pengguna jalan untuk bisa  lebih melihat kepada dirinya sendiri daripada menunjuk orang lain. Apakah sebagai bagian dari pengguna jalan kita sudah menghormati dan bertoleransi kepada pengguna lain, ataukah kita yang terlalu egois ingin selalu menang sendiri tanpa melihat kepentingan orang lain. Kalaupun ada pengguna jalan yang belum sesuai dengan seharusnya, lebih baik kita sendiri dulu yang mengalah (‘sing waras ngalah’). Sambil berjalannya waktu harus ada usaha perbaikan dari semua pihak atau terus dikampanyekan kepada semua tentang keselamatan di jalan raya.

Tentunya kita semua mendambakan perjalanan yang aman dan nyaman. Kalu bisa di jalanpun bisa menjadi tempat rekreasi. Di jalan tidak ada kebut-kebutan yang membahayakan. Tidak terdengar suara bising knalpot atau bising suara klakson ketidaksabaran. Tidak ada yang nekat menerobos lampu merah, tidak ada yang menyeberang sembarangan, de el el.

Pernah suatu saat ketika saya menikmati berkendaraan di ibukota kabupaten kampung halaman. Rasanya begitu nyaman berkendara, di sekitar jalan masih banyak paru-paru hijaunya, kendaraan seolah bersabar dan saling perngetian. Ketika lampu merah menyala semua kendaraan berhenti tanpa ada yang melewati garis batas marka jalan dan menyisakan tempat kosong di sebelah kiri jalan, ketika lampu hijau menyala satu persatu kendaraan dengan pelan dan hati-hati melaju tanpa ada bising suara klakson dari kendaraan yang di belakang.

Aman dan nyaman di jalan? siapa lagi yang akan mewujudkan kalau bukan diri kita?

 

6 thoughts on “Perjalanan Idaman

  1. nice posting mas.. kita emang harus lebih waspada. kecerobohan akan mengundang malapetka. tidak hanyya bagi dirisendiri tapi juga orang lain:) salam kenal monggo mampir diblog saya dan komentarnya asynat saya tunggu😉

  2. nice post mas. tapi safety riding bukan berarti berkendara dengan pelan-pelan lho mas. hehehe. kadang malah bikin kendaraan numpuk n jadi emosi.

    salam kenal. salam wordpress Indonesia😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s