Kembali ke Desa


Beberapa hari yang lalu bertepatan dengan perayaan hari Raya Idhul Adha dan hari Tasyrik saya sempat kembali pulang ke tanah kelahiran karena ada hajatan keluarga. Terkenang kembali ingatan masa silam ketika saya melalui hari-hari dengan belajar dan bermain bersama teman. Suasana masih terasa asri, bahkan semakin banyak pepohonan yang tumbuh membesar di samping kanan kiri jalan. Bukit, sungai, sawah terasa begitu  damai di hati.

 

Ada satu hal yang menarik yang tidak saya temui di kota dimana saya sekarang bermukim. Sempat jalan-jalan menikmati suasana ibukota kabupaten dengan kendaraan bermotor. Terasa begitu nyaman dan tentram. Tidak ada kemacetan, kebisingan knalpot yang berlebihan atau kepulan asap tebal.

Melewati beberapa persimpangan yang ada traffic light-nya masih terasa nyaman. Semua kendaraan tertib berhenti dan dengan sabar mengantri untuk menunggu lampu hijau menyala. Tidak ada yang melewati batas marka jalan. Ketika lampu hijau sudah menyala satu persatu perlahan memacu kendaraannya tanpa ada suara bising klakson yang saling bersahutan yang sering saya temui di kota saya bermukim sekarang. Seandainya suasana lalu-lintas desa itu masih bisa saya temukan di kota-kota yang salah satunya kota tempat saya bermukim sekarang. Betapa nikmat dan aman ketika dalam perjalanan.

 

2 thoughts on “Kembali ke Desa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s