JAMNAS I PANDU JSIT


Image

 

Jambore Nasional Jaringan Sekolah Islam Terpadu itulah akronim dari judul diatas. Menurut saya inilah salah satu cara ajang pembentukan dan pembinaan karakter bagi anak-anak sekolah se-Indonesia, terutama generasi muda Islam. Tentulah semua peserta acara tersebut adalah anak muda semua, dengan didampingi pendamping masing-masing (yang masih Imagemuda juga). Kalau melihat istilah ‘pemuda sekarang adalah pemimpin yang akan datang’ rasa optimis jadi muncul untuk mendambakan pemimpin/penerus bangsa yang akan datang yang mempunyai akhlaq dan bermoral (maaf-tidak seperti sekarang ini, yang kita dengar/lihat di media terhadap orang-orang yang kita anggap terhormat).

Image

Image“Luar Biasa” kekaguman saya pada acara ini ketika mengunjungi adik saya di BUPERTA Cibubur, hari Jum’at malam tanggal 11 Juli 2008. Diikuti oleh seluruh sekolah Islam Terpadu se-Indonesia dan tamu undangan dari Malaysia (data tepatnya saya tidak tahu), sempat ngobrol sama ustadz pendamping kontingen adik saya (SMAIT Abu Bakar dari Yogyakarta), rencananya acara ini diselenggarakan selama 3 hari.

ImageKenapa saya kagum dengan acara tersebut? karena pada acara tersebut saya yakin tidak hanya sebuah acara yang didesain hura-hura dan ‘hedonis’, terlihat ketika saya datang, anak-anak yang baru usia SD-SMP-SMA ba’da sholat Maghrib bersama-sama tilawah membaca Al-Qur’an dilanjutkan membaca Al-M’surat (Doa pagi dan petang), ini mungkin jarang sekali dilakukan oleh orang dewasa (atau -maaf- anggota-anggota dewan yang terhormat yang terkena kasus suap, korupsi atau main perempuan), kadangkala memang kita juga harus belajar kepada yang lebih muda. Tidak hanya itu saja setelah istirahat sebentar, ba’da sholat Isya anak-anak itu kumpul bersama ditengah lapang sambil melihat film (dua layar) tentang ketidak adilan dan perjuangan rakyat di Palestina. Jangan dilihat bahwa di Palestin ada peperangan dan kekerasan, tapi kita lihat dengan hati nurani yang jernih bahwa di negri Palestin ada ketidak-adilan dan penindasan. Mungkin tujuan dari melihat ini supaya anak-anak generasi muda lebih peka terhadap ketidak adilan dan menumbuhakan rasa empati terhadap sesama, apalagi sesama umat Islam, jika salah satu bagian tubuh sakit maka seluruh tubuh ikut merasakan, jika jempol kaki kesandung maka mata bisa menangis, tangan mengobati, badan merasakan demam.

Dalam dunia pendidikan menurut yang saya baca ada 3 aspek yang harus dikembangkan, aspek Affektif, Kognitif, Psikomotorik. Kalau melihat acara seperti ini saya pikir adalah salah satu cara untuk melengkapi aspek-aspek tersebut, menurut AA Gym : Dzikir, Fikir, Ikhtiar; menurut guru saya di Jogja (Ustadz Didik Purwodarsono-semoga Allah memulyakan beliau-) Olah Pikir, Olah Rasa dan Olah Raga; membekali Ilmu Syar’i, Ilmu Profesi dan Ilmu Beladiri, mengembangkan potensi Kecerdasan Hati (SQ, EQ), kecerdasan Pikiran/Otak(IQ) dan kcecerdasan Jasmani (Kesehatan), hal-hal tersebut yang digunakan untuk menghadapi tantangan hidup jaman sekarang, yaitu Tantangan Moralitas, tantangan Kreatifitas, dan tantangan Kriminalitas.

Image

Image

Sukses selalu acara tersebut, dan orang-orang atau siapapun yang mempunyai perhatian terhadap pendidikan generasi muda atau yang sedang membimbing mempersiapkan generasi muda sebagai pemimpin bangsa yang bermoral untuk Bangsa Indonesia yang lebih maju.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s