Pendaftaran Kuliah 100% Gratis : BogorEduCARE Angkatan 12


Sekilas BogorEduCARE (BEC)

logo-baru-kecil1BogorEduCARE (BEC) adalah lembaga pendidikan profesi 1 tahun bidang Administrasi Bisnis yang disediakan secara GRATIS bagi para lulusan SLTA/sederajat/Paket C yang berasal dari keuarga tidak mampu secara ekonomi, tetapi masih memiliki keinginan untuk belajar dan meningkatkan keterampilan.

BogorEduCARE diselenggarakan oleh Yayasan Peduli Pendidikan Mandiri yang dipimpin oleh Bapak Ir. H. Ahmad Kalla, yang juga merupakan pemilik dan pemimpin kelompok usaha PT Bukaka Teknik Utama. BEC didirikan pada tanggal 9 Agustus 2001 dan hingga kini telah berjalan 11 angkatan dengan jumlah lulusan sebanyak 406 orang.

Kenapa GRATIS??

Yayasan Peduli Pendidikan Mandiri yang menaungi BogorEduCARE merupakan lembaga sosial yang menerima titipan dan mengelola ZISWAF (Zakat, Infak, Shodaqoh, dan Wakaf) serta sumbangan lainnya dari berbagai pihak, baik individu maupun lembaga/perusahaan. Seluruh dana yang terkumpul selama ini disalurkan kepada yang ebrhak dalam bentuk pemberian fasilitas pendidikan GRATIS serta penyediaan sarana prasarana pendukung yanag memadai.

Mahasiswa hanya menanggung biaya untuk kepentingan pribadi, misalnya: biaya transport/kost, makan, pengerjaan tugas, serta kebutuhan lainnya yang bersifat individual setiap mahasiswa.

Jumlah Mahasiswa

Saat ini jumlah mahasiswa yang sedang mengikuti Pendidikan di BEC berjumlah 120 orang yang tergbaung dalam angkatan 11 tahun 2007-2008

Dalam program penerimaan Angkatan 12 tahun 2008-2009 BEC berencana akan menerima sebanyak 250 Mahasiswa baru sesuai dengan kapasitas gedung baru serta sarana pendukungnya yang telah dimiliki BEC.

Program Pendidikan

Pendidikan di BogorEduCARE (BEC) difokuskan pada bidang keahlian Administrasi bisnis. Program ini bertujuan untuk mencetak tenaga administrasi yang profesional yang mampu menangani pekerjaan administrasi. Materi yang diajarkan yaitu: Bahasa Inggris, Komputer, Administrasi, Sikap Mental, Entrepreneurship dan materi tambahan yang sangat Aplikatif di dunia kerja.

Proses belajar mengajar dilaksanakan setiap hari Senin-Jum’at pukul 08.00-16.00 WIB. Masa studi untuk menyelesaikan tersebut adalah 3 Caturwuan (12 bulan). Diakhir masa pendidikan setiap mahasiswa diwajibkan melaksanakan Praktek Industri (PI) sebagai syarat penyeleasaian Tuigas Akhir Studi.

Sarana Pendidikan

BogorEduCARE menempati lokasi belajar seluar 3000m2 yang terdiri dari 3 lantai (2lantai masih dalam pembangunan) dengan fasilitas Ruang belajar/kelas, Lab komputer dengan sistem LAn dan Internet, Lab Bahasa (Audio Visual, Perpustakaan, Tempat Ibadah, Rental dan Warnet, taman dan fasilitas penunjang lainnya.

Kompetensi lulusan

  1. Mampu menangani tugas administrasi kantor
  2. Mahir Bahasa Inggris secara lisan dan tulisan
  3. Mahir menggoperasikan komputer (Ms. Word, Excel, Power point, Corel Draw, Photoshop, jaringan komputer dan Internet
  4. Mahir mengetik cepat teknik 10 jari
  5. Memiliki sikap mental positif dan poengetahuan tentang entrepreneurship

Penyaluran Kerja

BEC memberikan bantuan penyaluran dan penempatan kerja para lulusan ke berbagai perusahaan di dalam negeri. Saat ini BEC memiliki kerjasama dengan PT Multi Mandiri Services (MMS) yang bergerak dalam bidang penyaluran tenaga kerja dalam negeri.

Proses Penerimaan Mahasiswa Baru

Tahapan dalam penerimaan Mahasiswa Baru BEC adalah

  1. Pendaftaran
  2. Tesk Seleksi tertulis (Psikotest)
  3. Survey lapangan (rumah)
  4. Wawancara/interview
  5. MIM (Masa Orientasi Mahasiswa)

Pendaftaran

Syarat-syarat Pendaftaran

  1. Pendaftar adalah Pria/Wanita lulusan SLTA/sederajat/Paket c tahun keulusan 2205-2008
  2. Calon mahasiswa datang sendiri ke tempat pendaftaran dengan membawa persyaratan:
    • FC Ijazah/Surat Tanda Kelulusan + Daftar nilai + NEM dengan menunjukkan aslinya
    • FC raport kelas 3 SLTA/Sederajat/Paket C
    • FC KTP/Identitas yang masih berlaku
    • FC surat keterangan tidak mampu dari RT/RW yang ditandatangani lurah/kepala desa
    • Surat Keterangan penghasilan orang tua
    • Surat ijin orang tua (ditandatangani Bapak & Ibu)
    • Pas foto berwarna 2×3= 2 lembar dan 3×4 = 2 lembar
  3. Semua persyaratan dimasukan amplop

Waktu Pendaftaran

19 Mei – 11 Juli 2008

Jadwal Tes dan Pengumuman

  • Tes tertulis Gelombang 1: 5-6 Juli 2008 dan Gelombang 2: 11-12 Juli 2008
  • Pelaksanaan tes dimulai pukul 09.00
  • Pengambilan No tes pada saat pengembalian formulir Pendaftaran lengkap
  • Pengumuman hasil test tertulis: 21 juli 2008

Tempat Pendaftaran

Kampus BogorEduCARE

Jl. Cikiray RT 03/06 Desa Sukaraja, Kab Bogor Telp 0251 271607 Fax 0251 271608 cp Yuli Ekawati, Ita Rosita (Senin-Jumat Jam 08.00-16.00 (Istirahat 11.30-12.30))

www.bogoreducare.org

2 thoughts on “Pendaftaran Kuliah 100% Gratis : BogorEduCARE Angkatan 12

  1. KULIAH ALTERNATIF
    Ahmad Zamhari Hasan

    Berapa banyak hasil didikan sekolah umum dan pesantren yang memiliki semangat belajar yang tinggi, namun tidak mampu mengembangkan diri lewat jalur pendidikan akademis (Perguruan Tinggi), karena mahalnya biaya pendidikan dan semakin sulitnya beban masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Seharusnya mereka bisa mengembangkan diri lewat jalur lain yakni Belajar Otodidak (belajar sendiri), namun dikarenakan belum memahami caranya, sehingga mereka tidak dapat melakukannya.
    Kenyataan inilah yang mendorong dibentuknya Kuliah Alternatif via internet bagi generasi muda yang tidak mampu melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi. Hal ini diharapkan bisa menjadi alternatif bagi mereka untuk terus menerus belajar seumur hidup. Secara umum generasi muda akan dididik dalam bidang; belajar otodidak, cara berwiraswasta, dan meyakini Islam sampai ke dalam lubuk hati terdalam, serta boleh memilih bidang yang akan ditekuni mereka asal sesuai keahlian saya; sastra, penjualan, studi budaya, dan Islam.
    Belajar Otodidak merupakan sarana untuk mampu belajar sendiri di bidang ilmu yang hendak dikuasai, dari pendalaman yang mereka lakukan bisa mengembangkan diri seperti yang dilakukan Hamka, Emha Ainun Nadjib, D. Zawawi Imron dan KH. Moh. Idris Jauhari, sehingga setiap generasi muda mampu terus menerus belajar sepanjang hayat. Sebab dalam perkembangan zaman ke depan, hanya orang yang mampu belajar seumur hidup dan mampu mengembangkan apa yang dipelajari dalam pekerjaan yang ditekuni, akan berhasil dalam hidupnya.
    Perkembangan pesat di bidang teknologi dan informasi, harus dibarengi dengan kemampuan untuk mampu mengelolanya menjadi bahan produktif yang mampu menghasilkan uang sebagai sarana menjalani kehidupan. Ini bisa dilakukan dengan memiliki pengetahuan mendalam sekaligus mempraktekkan apa yang diketahui dalam dunia wiraswasta. Dari sini diharapkan para generasi muda mau menekuni pekerjaan apa saja asal halal, sehingga mereka bisa hidup mandiri sekaligus membiayai diri untuk belajar seumur hidup.
    Islam selama ini dilihat sebagai simbol-simbol, bukan dalam maknanya yang hakiki, sehingga umat Islam di Indonesia kurang mampu memainkan peran yang signifikan. Untuk itu, generasi muda perlu memperkuat keislaman mereka dalam makna yang hakiki; ibadah spritual, ibadah sosial, dan karya nyata. Hal ini bisa dilakukan dengan memahami keilmuan Islam, mempraktekkan apa yang diketahui dalam kehidupan sehari-hari, dan melakukan sesuatu yang bermanfaat di tengah-tengah masyarakat.
    Hasil dididkan Kuliah Alternatif diharapkan mampu belajar sendiri seumur hidup, mampu memenuhi kebutuhan hidup melalui wiraswasta, dan mampu memperkuat keislaman mereka sehingga mampu menghadapi arus perubahan sekaligus tantangan zaman.
    Siapa saja boleh mengikuti kegiatan di Rumah Belajar tanpa dipungut biaya. Para calon peserta didik bisa menentukan bidang apa yang akan dipelajarinya, sesuai kesenangan masing-masing.

    Tempat sementara; Belakang Terminal Depok, kontak person zamhari hasan, 08176956688

    BISAKAH KITA KERJA SAMA?

  2. KURIKULUM PENDIDIKAN KULIAH ALTERNATIF
    Program Diploma I Plus
    Hamba Allah

    Model untuk kurikulum empat bagian yang terpadu menurut Jeanete Vos; pertama, kurikulum perkembangan pribadi, meliputi rasa bangga diri dan pembentukan keyakninan, kedua, kurikulum keterampilan hidup, meliputi pemecahan masalah kreatif dan manajemen diri, ketiga, kurikulum belajar-untuk-belajar dan belajar-untuk-berpikir, belajar bisa dilakukan dengan menyenangkan seumur hidup, kerikulum isi, pada umumnya dengan tema-tema terpadu.
    Kurikulum yang disusun untuk Kuliah Alternatif ini sesuai dengan prinsip-prinsip di atas agar mampu menghadapi tantangan masa kini dan mendatang, malah disempurnakan dengan spritualitas Islam dan Amal Shaleh sebagai penguatan batin dan karya nyata pada manusia, makhluk lain dan semesta.

    I. Nilai
    Nilai yang dijadikan acuan Kuliah Alternatif ialah berusaha memadukan antara nilai-nilai lama yang baik dengan nilai-nilai baru yang lebih baik. Nilai-nilai lama yang berasal dari Al-Qur’an dan Sunnah dijadikan sandaran utama, ditambah dengan beberapa ajaran kitab Kuning yang masih kontekstual dengan zaman kekinian, pengalaman sahabat, ulama’ salaf, dan tabi’ien. Tapi tetap berupaya mencari, menemukan dan memanfaatkan nilai-nilai baru yang lebih baik seperti; dialog, belajar secara sistematis, memahami cara belajar sama pentingnya dengan belajar, menjadikan belajar otodidak sebagai pegangan hidup, menguasai empat pilar pembelajaran UNESCO dan memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki agar berhasil dalam kehidupan dunia dan akhirat. “Tujuan terpenting pendidikan adalah belajar bagaimana belajar.” Luis Alberto Machado, Ph.D.
    Empat pilar belajar dan pembelajaran UNESCO; Learning to Know (mengetahui, memahami dan mendalami) Learning to Do (bertindak, praktik, melakukan sesuatu, berusaha) Learning to Be (membangun jati diri, profesi) Learning to Live Together (hidup bersama secara harmonis).
    Adapun bentuk riil dari nilai-nilai tersebut ialah (2M 3B):
    1. Memiliki semangat belajar yang tinggi seumur hidup dengan pemahaman utuh terhadap berbagai macam cara pembelajaran yang efektif.
    2. Memiliki kemauan keras untuk dapat hidup mandiri dengan mencari rizki yang halal melalui wira usaha atau menekuni pekerjaan lainnya.
    3. Berusaha menjadi Muslim yang baik dengan menjalankan ajaran-ajaran dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, dan meningkatkan diri menjadi Mukmin Sejati.
    4. Berupaya menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain sesuai kemampuan yang dimiliki.
    5. Berbakti pada kedua orang tua, umat Islam dan bangsa Indonesia.

    II. Tujuan Pendidikan
    Pada umumnya tujuan-tujuan pendidikan dijabarkan dalam bentuk empat jenis tujuannya menurut KH. Moh. Idris Jauhari yaitu : Tujuan Pendidikan Nasional, Tujuan Institusional (kelembagaan), Tujuan Kurikuler (Bidang Studi), dan Tujuan Instruksional (Pengajaran).
    Tujuan Pendidikan Nasional dijadikan salah satu perbandingan dalam mengelola lembaga pendidikan Kuliah Alternatif, sehingga seluruh kegiatan yang dilakukan merupakan bentuk sumbangsih nyata pada bangsa dan negara di bidang pendidikan. Manusia Indonesia menurut UU Sisdiknas (UU RI Nomor 20 tahun 2003) adalah sosok manusia yang; beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
    Tujuan Institusional (kelembagaan):
    1. Mengurangi kemiskinan dan pengangguran lewat jalur pendidikan Kuliah Alternatif yakni melalui pendidikan kewiraswastaan, belajar otodidak dan menjadi Mukmin Sejati.
    2. Secara perlahan akan membentuk sebuah lingkungan baru yang memiliki semangat belajar seumur hidup, bekerja keras untuk berhasil dengan usaha sendiri, dan memiliki keyakinan Islam yang tidak goyah oleh apa pun jua.
    3. Menjadi salah satu pendukung dalam rangka mewujudkan kebangkitan Islam di Indonesia dalam makna yang hakiki.
    4. Mencetak generasi baru yang arif dan bijaksana dalam menghadapi berbagai macam permasalahan hidup.
    5. Kuliah Alternatif tidak memungut biaya bagi otodidaktor yang ingin belajar, khususnya yang berasal dari keluarga tidak mampu atau pengangguran, sedang yang memiliki cukup uang diharapkan membayar seikhlasnya, sehingga setiap orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berhasil dalam hidupnya.
    Tujuan kurikuler terdiri dari tujuan umum dan khusus. Tujuan umum ialah menjadi lembaga pendidikan alternatif bagi yang putus Sekolah atau lulusan SMU atau Pesantren yang tidak mampu untuk kuliah ke perguruan tinggi. Sedang tujuan khusus ialah pembelajaran tentang cara Belajar otodidak, cara berwiraswasta, dan cara menjadi Mukmin Sejati.
    Tujuan Pengajaran terdiri dari Tujuan Umum dan Tujuan Khusus. Tujuan Umum pengajaran ialah mendidik otodidaktor supaya bisa belajar sendiri, menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan, mampu membaca dan menulis fenomena sosial, sebagian isi kandungan Al-Qur’an dan Hadits, hidup mandiri tanpa tergantung orang lain, dan memiliki keyakinan terhadap Islam. Sedang Tujuan Khusus diuraikan secara terperinci dalam uraian berikut ini.
    Tujuan pengajaran Belajar Otodidak
    Pertama; perlu pemahaman utuh mengenai segala sesuatu yang berkenaan dengan belajar otodidak. Dimulai dengan penjabaran maknanya, prinsip utama dalam belajar otodidak, proses penumbuhan sikap percaya diri, penyusunan rencana dan tujuan, beberapa hal yang perlu dilakukan dalam belajar otodidak, diakhiri dengan cara memaknai sesuatu, cara menafsirkan sesuatu, memahami dialektika Hegel, dan cara melakukan kritik yang yang menawarkan alternatif atau solusi. Dari uraian ini otodidaktor dapat mengetahui apa saja yang harus dilakukan supaya berhasil dalam Belajar Otodidak.
    Kedua; mengulas tentang berbagai hal yang berkenaan dengan potensi yang dimiliki manusia. Seluruh potensi yang berupa; pikiran, imajinasi, perasaan, kesadaran, hati nurani dan tubuh, dipahami maknanya, dimanfaatkan dengan baik, difungsikan dengan tepat, dan dikembangkan sampai ambang batas, sehingga proses belajar otodidak nantinya bisa mencapai hasil yang maksimal. Suatu proses yang terus menerus menghasilkan hasil baru, sebab bagi otodidaktor (orang yang belajar sendiri), puas pada hasil hanya bisa dilakukan saat kematian datang menjemput. Dengan demikian otodidaktor mampu mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki. Hal ini dapat memudahkan otodidaktor dalam belajar otodidak.
    Ketiga; mengulas tentang cara-cara mengelola kehidupan masa lalu, menjalani hidup masa kini penuh arti, dan meneropong masa depan untuk mewarnainya dengan “karya-karya” para otodidaktor, serta upaya untuk mempelopori perubahan. Inilah yang akan bisa mengabadikan hidup di dunia dalam nilai dan makna, sedang di akhirat menikmati hasilnya dalam kebahagiaan yang berlimpah ruah. Kemampuan ini dapat membimbing otodidaktor mampu mengelola pengalamannya dengan baik.
    Keempat: Belajar otodidak berkenaan dengan proses pembacaan tentang berbagai hal; semesta, Al-Qur’an dan Sunnah, buku, fenomena alam, kenyataan, dan segala sesuatu yang mengitari kehidupan manusia. Diawali dengan upaya memahami buku, beragam buku; mulai buku how to, sastra, sampai buku karya ilmiah, dilanjutkan dengan pembacaan terhadap semesta dan kehidupan. Kompetensi membaca ini menjadi prasyarat utama untuk berhasil belajar, maka otodidaktor dituntut mampu menguasai sekaligus mempraktekkannya dalam proses belajar otodidak.
    Kelima: Berhubung membaca memiliki hubungan yang erat dengan menulis seperti halnya dua sisi mata uang, maka perlu pemahaman cara-cara praktis menulis; puisi, cerpen, kolom, kritik sastra, karya ilmiah populer dan cara menulis buku. Ini diharapkan membimbing para otodidaktor untuk menghasilkan karya-karya yang beragam dan berkualitas, sehingga membantu proses kebangkitan Islam di Indonesia, sekaligus membantu Indonesia menjadi negara adidaya di masa mendatang. Kemampuan ini sebagai bentuk aplikatif dari kompetensi memahami paradigma belajar otodidak, potensi diri, mengelola pengalaman, dan membaca.
    Keenam; upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup, sekaligus tetap berupaya untuk terus menerus belajar otodidak. Dengan belajar otodidak, maka hasil dari usaha pemenuhan kebutuhan hidup semakin baik, salah satunya kerena menggabungkan antara pengetahuan dengan kerja atau antara belajar dengan karir. Dilanjutkan dengan uraian tentang menjalani hidup apa adanya, uraian ini penting, sebab bisa jadi para otodidaktor menjadi “orang-orang biasa” yang bersikap luar biasa; memiliki semagat membara, mentalitas yang kuat, bekerja keras, kreatif, selalu menawarkan solusi bukan masalah, dan melakukan sesuatu yang terbaik sebagaimana orang-orang besar atau tokoh-tokoh nasional/internasional berusaha, meski hasil yang diperoleh tidak sama. Inilah wujud hakiki dari otodidaktor yakni menjadi Tokoh tanpa Menjadi Tokoh. Di samping itu, untuk meneladani orang-orang yang berhasil belajar otodiak, maka dipaparkan empat cerita menarik; KH. Moh. Idris Jauhari, HAMKA, Emha Aninun Nadjib, dan Muhammad Yunus. Diharapkan otodidaktor mampu mentranformasikan diri menjadi Tokoh yang hakiki sesuai bidang yang hendak dikuasainya nanti.
    Ketujuh; otodidaktor memperdalam suatu bidang ilmu sampai mendalam, minimal menguasai 15 buku (teori dan praktek), dalam kurun waktu 3-5 tahun, sehingga mampu menulis skipsi S1 mereka, dilanjutkan dengan tesis S2, dan disertasi Doktor sampai Profesor.
    Tujuan Pengajaran Revolusi Cara Belajar
    Pertama; memahami cara belajar yang benar sesuai dengan tuntutan keadaan sekitar dan sesuai dengan minat masing-masing.
    Kedua; menguasai perspektif baru dalam belajar yakni melakukannya secara menyenangkan, baik melalui super champ (perkemahan/wisata alam), memainkan permainan belajar, dan belajar sambil mendengarkan musik.
    Ketiga; cara mengejar ketertinggalan dalam belajar, sehingga diri merasa percaya diri, mampu mengatasi problem-problem dalam belajar, dan berhasil belajar seumur hidup.
    Keempat; merancang pendidikan masa depan yang diharapkan menginspirasi pengelolaan pendidikan secara nasional, sehingga hasil pendidikan universitas mampu hidup dalam masyarakat dan memberi warna pada kehidupan yang lebih baik.
    Kelima; memahami dunia bisnis masa depan, sehingga generasi muda menyiapkan diri pada perubahan yang terjadi.
    Tujuan Pengajaran Cara Belajar Cepat dalam abad 21
    Pertama; memahami abad 21 yang sedang berlangsung dari berbagai macam sudut pandang, sehingga dapat beradabtasi, mewarnai dan menjalani hidup yang lebih baik.
    Kedua; menguasai beberapa skill yang dibutuhkan supaya berhasil dalam belajar seumur hidup; enam rencana M-A-S-T-E-R, mampu menerapkan konsep M-A-S-T-E-R dalam pembelajaran, berpikir kreatif dan analitis, menguasai cara belajar dengan cepat, dan organisasi pembelajaran di perusahaan.
    Ketiga; Mempraktikkan apa yang diketahui dalam menekuni pekerjaan, meningkatkan karir, menjalani hidup sehari-hari, mengantisipasi masa depan dengan baik, mendidik anak dan mengatasi tantangan zaman yang semakin kompleks.
    Tujuan buku Berniaga dengan Iman sebagai alternatif dari sistem kapitalis
    Pertama: merubah paradigma yang salah dari otodidaktor tentang rizki Allah, sehingga perlahan-lahan mereka berusaha memperbaiki usaha yang dikelola, menggali nilai-nilai Islam dalam Al-Qur’an dan Hadits, menerapkan nilai-nilai Islam dalam usaha yang dikelola, dan bertawakkal atas hasil yang diperoleh. Orang-orang Jepang berhasil dalam berbagai bidang industri mobil, alat-alat elektronik, Video Game, Play Stasion, dan bidang ekonomi lainnya yang menguasai pasar-pasar berbagai penjuru dunia, mereka tetap berpegang teguh pada budaya setempat dalam menjalankan setiap usaha yang dikelola. Sekarang China yang menjadi kekuatan baru ekonomi dunia dengan prinsip kualitas barang sama dengan harga yang lebih murah, mereka adalah orang-orang yang berpegang teguh pada nilai-nilai budaya yang dianut, dengan tetap mencari, merumuskan dan melaksanakan nilai-nilai baru yang lebih baik tanpa meninggalkan sama sekali budaya yang dianut. Tidak ada alternatif lain bagi umat Islam yang ingin berhasil di berbagai bidang usaha yang ditekuni, dengan tetap berpegang teguh pada ajaran-ajaran dan nilai-nilai Islam dalam mengelola berbagai usaha tersebut, sedang nilai-nilai baru yang berasal dari peradaban modern atau posmodern harus disaring sebaik-baiknya dan diambil yang terbaik. Hanya dengan inilah mereka akan berhasil sebagai pedagang, wiraswasta, dan pengusaha di masa mendatang. Ini akan membuat otodidaktor mampu memahami paradigma rizki dalam Islam.
    Kedua; beberapa prinsip dasar dari nilai-nilai Islam dalam menekuni usaha perdagangan atau wiraswasta, nilai-nilai tersebut seperti; makna wiraswasta sejati, meneladani Nabi Muhammad dalam berdagang, berusaha hidup mandiri, cara mengelola usaha dari awal, kejujuran modal utama dalam berdagang, menerangkan kondisi barang yang sebenarnya, perhitungan salah satu kunci keberhasilan dalam berdagang, mengembangkan usaha pelan-pelan, cara bersaing yang sehat, lancar lebih utama dari keuntungan besar, mempermudah proses tawar menawar, bangga dengan kesuksesan orang lain, kesabaran salah satu kunci sukses berdagang, memenuhi hak pekerja, memahami kebutuhan pembeli, dan melayani pembeli seperti raja. Nilai-nilai tersebut yang sebagian besar diambil dari ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad, dipahami, dimengerti, dilaksanakan, dan dipraktekkan dalam menjalani usaha setiap hari. sehingga bisa dibuktikan kebenarannya. Ini merupakan teori dan praktik bagi otodidaktor yang berhasrat untuk menekuni usaha perdagangan.
    Ketiga: upaya para pedagang atau wiraswasta agar mampu mengelola hutang piutang dengan baik, memaksimalkan modal usaha untuk barang-barang yang cepat laku terjual, lancar, menguntungkan, dan memberikan laba yang banyak. Modal usaha yang diperoleh pedagang, ada yang berasal dari diri sendiri atau keluarga, pinjaman dari juragan atau grosir, dan pinjaman dari Bank. Modal yang berasal dari diri atau keluarga saja dikelola dengan baik, memperhitungkan pemasukan dengan pengeluaran dan digunakan semanfaat mungkin, apalagi modal dari juragan atau grosir dan pinjaman dari Bank. Kemampuan ini penting, supaya usaha perdagangan yang dikelola semakin berkembang.
    Empat; tata cara wiraswasta atau pedagang Muslim mengembangkan diri menjadi pengusaha yang sukses. Pengembangan dilalui secara alamiah dari pedagang kecil menjadi pengusaha menengah, lantas berusaha menjadi pengusaha elit. Dengan pengembangan secara alamiah akan membuat para pengusaha Muslim mampu bertahan atas segala kondisi, asal senantiasa kreatif, melakukan inovasi yang tepat, memberdayakan setiap divisi dalam perusahaan seoptimal mungkin, dan membentuk perusahaan yang tangguh. Otodidaktor diharapkan mampu mengembangkan usaha yang dikelola seoptimal mungkin.
    Kelima: Memahami konsep sedekah dalam Islam. Konsep sedekah dalam Islam adalah merupakan upaya-upaya yang konstruktif, kreatif, dan istiqamah agar harta yang dimiliki seseorang menjadi bertambah banyak, penuh barokah, berdaya guna, bermanfaat, dan memberi makna pada pemiliknya. Para pedagang atau wiraswasta yang rajin bersedekah pada para pengemis, pengamen, anak jalanan, yatim piatu dan orang-orang miskin, akan mendapatkan simpati dari orang lain, sehingga menumbuhkan minat mereka untuk membeli pada pedagang yang bersangkutan. Allah berfirman “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (Q.S Al-Baqoroh 261) Otodidaktor diharapkan untuk rajin bersedekah supaya memperoleh keberhasilan dalam usaha yang dikelola, dibanding para pedagang yang kikir bersedekah.
    Tujuan Pengajaran Jangan Mau Seumur Hidup Menjadi orang Gajian
    Pertama; memahami potret entrepreneurship di Indonesia, sehingga tergerak untuk menekuni usaha kecil sekarang juga, sebab terbukti mampu bertahan dalam krisis multi dimensi.
    Kedua; memahami spirit dari entrepreneurship sejati yang diwujudkan dalam kepribadian seseorang, sehingga mampu mengelola usaha dengan baik.
    Ketiga; membaca kisah sukses entrepreneur Indonesia dan dunia, sehingga dapat memetik pelajaran berharga dan dapat meniru jejak mereka yang sesuai dengan minat, kepribadian, situasi dan kondisi riil saat ini.
    Keempat; cara melakukan kredit terhadap perbankan yang membuka pintu lebar-lebar bagi usaha kecil dan menengah, serta komunitas virtual yang bisa diikuti untuk memperkuat jaringan usaha.
    Tujuan Pengajaran The Perfect Business
    Pertama; memahami Makroprenuer sebagai peluang usaha baru dalam abad 21 yakni berbisnis dari rumah atau menjadikan rumah sebagai pusat bisnis baru.
    Kedua; seluk beluk pengelolaan bisnis di rumah; memilih bisnis yang sesuai, cara meningkatkan potensi yang dibutuhkan, pemasaran Magnetic, menciptakan yang baru, mengubah waktu menjadi uang.
    Ketiga; upaya pemanfatan teknologi atau peralatan baru, cara menjadi milliader, memperluas jaringan dan menjadi bos untuk diri sendiri.
    Tujuan Pengajaran Change
    Pertama; memahami folosofi, sejarah dan konsep dasar perubahan agar mampu berkaca dari masa lalu menuju masa kini yang lebih baik.
    Kedua; melihat perubahan yang terjadi dengan kaca mata yang benar dan mempercayai perubahan, sehingga menimbulkan sikap optimis yang penuh perhitungan dan penjabaran visi, misi, paradigma, tujuan perubahan yang benar.
    Ketiga; memulai perubahan dengan langkah-langkah yang taktis, benar, dan sesuai dengan kondisi zaman, menjalankan perubahan sebaik-baiknya, dan menyelesaikan perubahan dengan penuh prestasi.
    Keempat; memahami nilai-nilai baru dalam korporasi, memberi warna dengan nilai-nilai yang lebih baik, membentuk kebudayaan korporat, dan memperkuatnya.
    Kelima; menghadiahi prestasi yang dicapai dengan pesta perubahan yang dapat membangkitkan motivasi dan menimbulkan harapan yang lebih baik pada masa mendatang.
    Tujuan pengajaran ESQ
    Pertama; memahami konsep Zero Mind Proses, sehingga seseorang terbuka terhadap nilai-nilai Islam yang sesuai dengan zaman baru.
    Kedua; Membentuk Mental building yang kuat melalui penerapan Rukun Iman dengan benar.
    Ketiga; Membentuk ketangguhan pribadi sebagai upaya menjadikan shalat sebagai sarana paling efektif mencapai hal itu.
    Keempat; memiliki ketangguhan sosial, sehingga diri dapat melakukan kebaikan, beramal shaleh dan mendukung kemajuan usaha yang dikelola.
    Kelima; melakukan sinergi terhadap semua elemen di atas dalam bingkai ihsan yakni melakukan segala sesuatu karena Allah dan senantiasa bekerja sama dengan orang-orang yang mampu melaksanakan semua itu dalam kenyataan.
    Tujuan pengajaran Kitab Lengkap Penyucian Jiwa Taskiyatun Nafs
    Pertama; cara menjadi otodidaktor dan guru yang benar, sehingga proses penyucian hati berlangsung dengan baik.
    Kedua; memanfaatkan potensi hati manusia secara mendalam, sehingga membentuk kesadaran diri yang kuat, muaranya ialah akhlak yang mulia dalam kehidupan sehari-hari.
    Ketiga; membersihkan diri dari penyakit-penyakit hati, sehingga suci untuk mendapatkan nilai-nilai baru.
    Keempat; memasukkan nilai-nilai Islam seperti tauhid, ikhlas, raja’ dan khauf, tawakkal dan lain-lain dalam kepribadian seseorang.
    Kelima ; berakhlak dengan sifat-sifat Allah yang ada dalam Asma’ul Husna, sehingga memiliki kepribadian yang sempurna, meski kesempurnaan dicapai setelah kematian.
    Keenam; menjadi Mukmin Sejati yang kuat agar mampu menghadapi kompleksitas kehidupan.

    III. Tradisi Kuliah Alternatif
    Berhubung Kuliah Alternatif dengan kurikulum seperti ini merupakan lembaga baru yang belum pernah ada di Indonesia, maka para pendidik dan Otodidaktor sama-sama berusaha menciptakan tradisi baru yang sesuai dengan zaman ini, dengan tanpa melupakan untuk mengambil tradisi-tradisi lama yang baik seperti; patuh pada pendidik, akhlak mulia, tradisi hubungan timbal balik antara pendidik dan otodidaktor, tradisi belajar kitab kuning meski lewat buku terjemahan. Adapun tradisi baru yang paling ditekankan ialah membudayakan dialog dalam proses perkuliahan, belajar menggunakan teknologi atau komputer, dan menggali ilmu pengetahuan baru.
    Kuliah Alternatif dituntut memiliki tradisi baru yakni senantiasa belajar dalam kehidupan sehari-hari, berusaha sampai taraf maksimal dalam mengelola suatu usaha, mengisi waktu kosong dengan kegiatan yang bermanfaat, menjadikan ibadah sebagai salah satu kesenangan hidup, menggali ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi diri dan masyarakat.
    Agar tradisi ini semakin mengakar, maka diwujudkan dalam bentuk organisasi pembelajaran masa depan.
    Adapun Model organisasi pembelajaran menurut Gordon Dryden. Berorientasi ke masa depan; bentuk masa depan, revolusi belajar, revolusi berpikir, dan revolusi komunikasi internet. Fokus-kembar ekskutif senior; manajemen menentukan dan mencapai sasaran lewat orang lain; kepemimpinan menciptakan dan mempelopori masa depan baru yang mampu berjalan sendiri dengan sasaran yang bahkan lebih besar. Budaya organisasi; setiap orang adalah pembelajar yang antusias, setiap orang menjadi guru, pembimbing dan pelatih, setiap orang adalah kontributor positif, setiap orang adalah manajer mandiri, setiap pemegang kepentingan dilibatkan. Pelatihan dan pengembangan; Dorong setiap orang untuk menentukan dan mencapai tujuan pribadi dan tujuan organisasi. Setiap pelatihan tidak perlu mengarah ke keterampilan kerja tertentu. Cukuplah dengan peningkatan keterampilan pengetahuan dan belajar untuk belajar. Aliran informasi; mudahkan menciptakan, penyederhanaan, dan penyimpanan infromasi penting. Mudahkan akses informasi bagi semua orang. Hargailah orang yang telah menyumbang ide. Hancurkan sindrom “tak ditemukan di sini.”
    Sedang 8 Langkah menuju organisasi pembelajaran menurut Jeanete Vos. Periksalah gambaran umum yang mungkin terjadi. Carilah model untuk masa depan. Apa yang kini terjadi? Nilailah realitas Anda saat ini. Singkirkan hal-hal negatif. Apa yang menghalangi Anda? Kegagalan = umpan balik. Apa yang Anda inginkan? Bermimpilah! Ciptakan visi tersebut! Fokuskan diri padanya! Periksalah ekologi. Apa saja sumber daya yang Anda miliki? Adakah tempat kerja (tempat tinggal) Anda nyaman untuk berpikir? Padukan prilaku dan sikap Anda dengan tujuan Anda. Lakukan! Tentukan sasarannya secara spesifik. Visualisasikan dengan semua indera. Raih dukungan. Bangun struktur tim. “setiap orang mengajar satu orang.” Evaluasi, tinjau, rayakan. Apakah Anda mencapai sasaran? Sukseskah Anda? Seberapa sukses? Petakan kembali jika perlu. Daur ulang. Gandakan keberhasilan Anda!

    IV. Substansi/Materi
    Kegiatan Kuliah Alternatif secara umum terbagi dalam kegiatan Intra Kurikuler dan Ko-kurikuler.
    Kegiatan Intrakurikuler yaitu materi kurikulum yang dilaksanakan pada jam-jam kuliah terjadwal, dengan tujuan agar tujuan dari setiap bidang studi dapat tercapai. Kegiatan intrakuler ini dilaksanakan pagi dan malam hari sesuai dengan komitmen yang dibuat antara pendidik dengan otodidaktor. Materi intra kurikuler ditekankan pada cara belajar otodidak, cara berwiraswasta, dan cara menjadi muslim yang baik.
    Kegiatan Ko-kurikuler yaitu berlatih belajar sendiri di rumah masing-masing, dengan tujuan agar otodidaktor lebih mendalami dan menghayati pelajaran yang diberikan pada kegiatan intra-kurikuler. Kegiatan Ko-Kurikuler dilaksanakan di rumah masing-masing, sebab prinsip utama Kuliah Alternatif ialah memindah tempat belajar ke rumah.
    Materi utama yang diajarkan yakni “Mau Kuliah Alternatif? Belajar Otodidak, Dong!” Ahmad Zamhari Hasan, Cara Belajar Cepat Abad 21 Colin Rose & Malcolm J. Nicholl, dan Revolusi Cara Belajar Dryden & Vos, Cara Berniaga Dengan Iman Zamhari Hasan, Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian Valentino Dinsi, The Perfect Business Michael Leboeuf, Change Rhenald Kasali Ph.D, ESQ Ary Ginanjar Agustia, Kitab Penyucian Jiwa Tazkiyatun Nafs Sa’id Hawwa sebagai intisari dari kitab Ihya’ ‘Ulumuddin Imam Ghazali.
    Materi Tambahan; Kitab Durratun Nasihien, Tafsir Al-Azhar Hamka, Tafsir Al-Misbah Prof. Dr. Qurais Shihab, Esklopedi Islam, Cahaya Pencerahan Dr. Aid Al-Qarni, Psikologi Kepribadian Alwisol, Komposisi Prof. Dr. Gorys Keraf, Sastra dan Cultural Studies Prof. Dr. Nyoman Ratna S.U, Kritik Sastra Indonesia Modern karya Prof. Dr. Rahmad Joko Pradopo, Batas Nalar Donald B. Calne, ilmu bahasa; bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa Arab, dan ilmu komputer.
    Arah dari semua materi terbagi dalam tiga hal yakni keilmuan (upaya belajar seumur hidup) untuk mampu mensejajarkan diri dengan sarjana S1, kewiraswastaan yakni memulai usaha dari nol sampai berhasil (baik menggunakan entreprenuer atau macroprenuer), dan Keislaman yakni berusaha menjadi Mukmin sejati; menguasai ilmu-ilmu keislaman sesuai bidang yang disukai, menerapkan yang diketahui dalam hidup sehari-hari, beramal shaleh sesuai kemampuan, dan berusaha menjadi manusia paripurna meneladani Nabi Muhammad SAW.
    Sedang sistem penjurusan dilakukan sendiri oleh anak didik setelah menguasai 9 buku materi utama dan satu atau tiga buku tambahan (boleh memilih meteri kitab/buku tambahan yang ingin dikuasai), khususnya berkaitan dengan bidang ilmu yang akan dijadikan skil utama dalam; berwira usaha, memperluas cakrawala ilmu, mencari pekerjaan yang layak dan menekuni karir yang lebih baik lagi.
    Masing-masing otodidaktor dalam penjurusan selanjutnya memperdalam sendiri satu yang bidang ilmu secara mendalam, paling tidak membaca dan menguasai 15 buku tentang bidang tersebut, setelah itu berupaya untuk menulis buku sebagai skripsi S1 sebanyak 100 halaman Times New Roman diketik dua spasi kertas A4.

    V. Program Pendidikan Kuliah Alternatif
    A. Program Sesuai Jangka Waktu
    1. Jangka Pendek (sudah dilakukan);
    a. Memulai Kuliah Alternatif
    b. Mengajak para otodidaktor yang tidak dapat melanjutkan kuliah untuk bisa belajar di lembaga pendidikan Kuliah Alternatif.
    2. Jangka menengah;
    a. Bekerja sama dengan pengusaha dan dermawan Muslim yang peduli pada pemberantasan kemiskinan dan pengangguran.
    b. Mengeluarkan otodidaktor hasil didikan minimal 3 bulan dan maksimal 1 tahun yang punya ilmu, keahlian dan jiwa wiraswasta.
    c. Para otodidaktor diharapkan berupaya menemukan, membuat dan mencari pekerjaan sendiri yang halal
    d. Memperkuat sumber dana agar bisa dikelola secara profesional, meski gratis, tapi harus dikelola dengan sangat baik dan profesional, bukan asal-asalan.
    e. Menjadikan Kuliah Alternatif yang benar-benar menjadi alternatif dengan pengelolaan yang berbeda.
    3. Jangka panjang
    a. Membentuk Kuliah Alternatif yang berkualitas dan professional
    b. Mengusahakan gelas Diploma untuk memperoleh akreditasi dari Departemen Pendidikan
    c. Mengatasi pengangguran dan kemiskinan melalui pendidikan

    B. Pembelajaran
    1. Pembelajaran secara umum terdiri dari teori dan praktik.
    2. Gabungan antara klasikal dan non klasikal sesuai kebutuhan.
    3. Proses pembelajaran terbagi dalam sesekali bagi Otodidaktoryang hanya hadir dalam kurun waktu tertentu secara tidak teratur (sekali hadir dan tidak datang lagi), tiga bulan waktu minimal yang ingin menguasai tiga bidang studi, dan satu tahun bagi yang ingin memperdalam ilmunya atau menambah dengan ilmu yang lain.
    C. Jadual Kuliah Sabtu dan Minggu
    14.00-16.30 Kuliah Sore
    18.30 WIB Kuliah Malam
    19.15 WIB Shalat Isya’ berjamaah
    19.30 WIB Lanjutan Kuliah Malam
    21.00 Akhir kuliah malam

    D. Sumber Dana
    1) Melakukan Pelatihan Learning For Living, 15% keuntungan digunakan untuk mendukung Kuliah Alternatif
    2) Bekerja sama dengan pengusaha atau dermawan yang peduli pada pemberantasan pengangguran dan kemiskinan.
    3) Meminta bantuan dari pemerintah dan swasta.
    4) Meminta sumbangan donatur yang mau menyumbang secara ikhlas
    5) Kotak Kuliah yang disediakan di Ruang Kuliah (Mahasiswa yang punya uang silahkan menaruh uang, yang tidak punya tidak usah).
    6) Sumber dana dikelola secara baik, transparan dan terbuka, sebab ini untuk kepentingan umat Islam, ikhlas karena Allah dan supaya mendapat ridha Allah.
    7) Sumbangan dalam bentuk apa pun diterima dan akan dipertanggung jawabkan secara tertulis berikut nota pembayaran, tapi tanggung jawab yang lebih besar pada Allah.
    E. Tempat Kuliah Alternatif
    1) Kuliah Alternatif dilaksanakan di ………………………………………………
    F. Prosedur Mengikuti Kegiatan Kuliah Alternatif
    1. Pendaftaran
    a. Otodidaktor diharapkan mendaftar tanpa dipungut biaya apa pun, kecuali bagi yang mampu.
    b. Setiap otodidaktor menerima formulir dari Lembaga yang diisi dalam kurun waktu maksimal tiga hari
    c. Otodidaktor boleh memutuskan untuk ikut program pendidikan tiga bulan atau satu tahun.
    2. Program untuk masa pendidikan tiga bulan
    a. Bulan pertama belajar Bahasa Indonesia dan cara belajar otodidak.
    b. Bulan kedua belajar Cara berwiraswasta dari Buku Berniaga Dengan Iman, dan prakteknya.
    c. Bulan ketiga belajar buku Penyucian Jiwa karya Said Hawwa yang merupakan intisari kitab Ihya’ Ulumuddin.
    3. Program Pendidikan 1 tahun
    a. Berkomitmen untuk berusaha belajar seumur hidup dan wiraswasta sejati dalam praktik langsung.
    b. Memperdalam ilmu tentang belajar dari buku Cara Belajar Cepat Abad 21 dan Revolusi Cara Belajar.
    c. Memperdalam dunia Wiraswasta dengan mempelajari buku Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian karya Valentino Dinsi, The Perfect Business Michael Leboeuf, dan Change karya Rhenald Kasali, P.hd
    d. Menguasai satu sampai tiga Materi Tambahan; Kitab Durratun Nasihien, Tafsir Al-Azhar Hamka, Tafsir Al-Misbah Prof. Dr. Qurais Shihab, Esklopedi Islam, Cahaya Pencerahan Dr. Aid Al-Qarni, Psikologi Kepribadian Alwisol, Komposisi Prof. Dr. Gorys Keraf, Sastra dan Cultural Studies Prof. Dr. Nyoman Ratna S.U, Kritik Sastra Indonesia Modern karya Prof. Dr. Rahmad Joko Pradopo, Batas Nalar Donal B. Calne, ilmu bahasa; bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa Arab, dan ilmu komputer.
    e. Program pembacaan buku di perpustakaan dalam teori dan praktik, artinya masing-masing otodidaktor dituntut untuk memperdalam satu bidang ilmu pengetahuan.
    f. Belajar Bahasa Indonesia, Inggris atau Arab
    g. Mengikuti program pembelajaran komputer, pelatihan teknik-teknik, dan pelatihan kerja jika sudah ada.
    h. Pembelajaran tentang filsafat hidup dan hati nurani.
    i. Magang sesuai dengan tempat yang menampung para otodidaktor selama 1 bulan, jika diminta boleh dilanjutkan sesuai kesepakatan kontrak.

    VI. Strategi/Metode
    Strategi dan metode adalah cara-cara yang akan ditempuh dalam melaksanakan program pendidikan dan pengajaran di suatu Perkuliahan; seperti proses perkuliahan, cara penilaian (Evaluasi), cara pelaksanaan Bimbingan, dan cara-cara lain yang berhubungan dengan strategi Kuliah Alternatif dalam upaya mencapai tujuan-tujuan pendidikan dan pengajaran secara maksimal.
    Metode pembelajaran dalam Kuliah Alternatif ialah intsruksional atau monolog pada tahap awal, lalu secara perlahan membudayakan dialog yang menuntut keaktifan Otodidaktor, sehingga mereka tertuntut untuk membaca, berbicara, dan menulis. Evaluasi lebih ditekankan pada tes tulis dan lisan, dengan memfokuskan pada kemampuan Otodidaktor dalam menerjemahkan apa yang diketahui dalam suatu tindakan nyata. Sedang pelaksanaan bimbingan pembelajaran disesuaikan dengan kemauan dan keadaan Otodidaktor.
    Pembelajaran memanfaatkan teori reseptif yang terdiri dari membaca dan mendengar dan aktif yang terdiri dari berbicara dan menulis. Dengan penerapan metode ini secara intensif, maka hasil yang diperoleh lebih maksimal.
    Proses pembelajaran dilakukan dengan dua metode yakni belajar cepat dan belajar lambat. Belajar cepat diperuntukkan bagi otodidaktor yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata, sedang belajar lambat diperuntukkan bagi otodidaktor yang memiliki kecerdasan di bawah rata-rata. Kelemahan metode cepat adalah kurang mendalam, sedang metode lambat bisa lebih mendalam. Kelemahan belajar lambat butuh waktu lebih lama dari pada belajar cepat. Namun tidak menutup kemungkinan keduanya dilaksanakan pada semua otodidaktor secara fleksibel, tergantung kemampuan pendidik dalam mengajar.
    Strategi umum pembelajaran untuk menjawab arah tujuan pembelajaran; memberikan kesempatan pada otodidaktor untuk menampilkan, menciptakan, menghasilkan, atau melakukan sesuatu, mendorong tingkat berpikir yang lebih tinggi dan keterampilan pemecahan masalah, memberikan tugas-tugas yang menuntut aktivitas belajar yang bermakna, dan menerapkan apa yang dipelajari.
    Penerapan teori Konstruktivistik dalam pembelajaran diuraikan berikut ini menurut Agus Wedi, Kandidat Doktor IKIP Malang.
    Pengetahuan yang disimpan dalam ingatan adalah terstruktur, sebab belajar merupakan proses pemaknaan (pengaitan) informasi baru ke struktur pengetahuan yang telah dimiliki. Langkah yang diambil; mendorong diskusi terhadap pengetahuan baru, berpikir diverigen, kaitan dan pemecahan ganda, menerapkan keterampilan analisis, membandingkan, generalisasi, memprediksi, menghipotesis dan menggunakan informasi pada situasi baru.
    Gaya belajar, rentangan perhatian, ingatan, tahap perkembangan, dan kecerdasan otodidaktor sangat bervariasi, maka perlu langkah-langkah; menyediakan beberapa pilihan tugas untuk satu kesempatan, menyediakan pilihan cara menguasai apa yang dipelajari, menyediakan waktu untuk berpikir dan mengerjakan tugas, memberikan kesempatan berpikir ulang, dan melibatkan pengalaman-pengalaman kongkrit.
    Otodidaktor akan belajar lebih baik apabila ia tahu tujuan pembelajaran dan bagaimana untuk kerjanya dibandingkan dengan standar yang ditetapkan. Langkah-langkah yang diambil; memberitahu dan mendiskusikan tujuan pembelajaran, memberikan contoh hasil kerja otodidaktor, dan mendiskusikan kriteria kerja.
    Strategi yang dipakai anak dalam belajar akan menentukan proses dan hasil belajarnya, maka langkah-langkah yang diambil ialah memberikan kesempatan untuk menerapkan cara berpikir dan belajar yang cocok dengan dirinya, meminta otodidaktor melakukan evaluasi tentang cara berpikirnya, cara belajaranya dan alasan menyukai tugas tertentu.
    Motivasi dan usaha mempengaruhi belajar sebagai bekal untuk kerja. Langkah-langkah yang diambil yakni memotivasi anak tentang dunia masa kini dan depan, memberikan tugas-tugas yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan pengalaman pribadi, dan mendorong otodidaktor memahami kaitan antara usaha atau proses dan hasil.
    Belajar pada dasarnya memiliki aspek sosial, maka kerja kelompok sangat penting dan berharga, untuk itu; memberikan kesempatan untuk melakukan kerja kelompok, menggabungkan kelompok-kelompok yang heterogen, mendorong otodidaktor untuk memainkan berbagai peran yang berbeda, dan memperhitungkan proses dan hasil kelompok.

    VII. Kepemimpinan dan Pendidik
    Pengelola berupaya untuk meneladani bentuk-bentuk kepemimpinan yang telah dicontohkan Rasulullah, sahabat Nabi, Tabi’in, ulama salaf dan khalaf, dan mengambil nilai-nilai baik dari pemimpin formal yang baik.
    Pengelola dan pendidik harus memiliki jiwa dan praktik profesionalisme. Makna jiwa profesionalisme ialah menjadikan profesi mengajar di Kuliah Alternatif sebagai fokus utama atau pekerjaan utama yang diprioritaskan, sehingga setiap tugas dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, kerja keras dan sepenuh hati.
    Sedang profesionalisme dalam kaitan proses pembelajaran meliputi tiga variabel menurut Reitgeluth dan Stein (1983) via Agus Wedi; Kondisi Pembelajaran (faktor yang mempengaruhi efek metode dalam meningkatkan hasil pembelajaran meliputi; tujuan pembelajaran, karakteristik bidang studi, sumber belajar, dan karakteristik pembelajar), Metode Pembelajaran (cara-cara yang berbeda untuk mencapai hasil pembelajaran yang berbeda di bawah kondisi yang berbeda, meliputi; strategi penyampaian, strategi pengelolaan, dan strategi pengorganisasian), Hasil Pembelajaran (Semua efek yang dapat dijadikan sebagai indikator tentang nilai dari penggunaan metode pembelajaran di bawah kondisi yang berbeda, meliputi; efektivitas, efisiensi dan daya tarik).
    Adapun kompetensi profesi guru yang harus dimiliki sesuai UU N0. 14 th. 2005 pasal tujuh ayat 2 yakni : kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial yang bermuara didikan kepribadian, didikan ilmu pengetahuan, dan didikan sosio-civics. Sedang kompetensi yang dibutuhkan dalam era global menurut Agus Wedi, kandidat Doktor di IKIP Malang; berpikir kreatif, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, belajar bagaimana belajar, kolaborasi dan pengelolaan diri.
    Beberapa keahlian penunjang yakni; Pengantar pendidikan, perkembangan pembelajar, teori belajar dan pembelajaran, desain dan strategi pembelajaran, evaluasi belajar dan pembelajaran, pengajaran micro-supervisi klinis, pengembangan kurikulum, kapita selekta pendidikan.
    Pendidik di Kuliah Alternatif diambil dari orang-orang yang ingin mengajar secara ikhlas meski akan mendapatkan gaji yang sesuai (tergantung keuangan dari lembaga pendidikan Kuliah Alternatif) dengan keahlian tertentu, yang dapat menyempurnakan kekurangan yang dimiliki pengelola, seperti; pakar teknologi, ahli bahasa Arab dan Inggris, ahli komputer, ahli administrasi dan ahli perbankan.

    VIII. Otodidaktor (Maha siswa/wi)
    Otodidaktor/Mahasiswa/wi terdiri dari orang-orang yang putus sekolah di SMU/MA/Pesantren dan yang tidak mampu melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi atau universitas, mereka mengikuti pelajaran tanpa dipungut biaya, khususnya yang berasal dari keluarga tidak mampu atau pengangguran, sedang yang mampu dipungut biaya seikhlasnya.
    Otodidaktor merupakan subyek sekaligus obyek dari pendidikan. Antara fungsinya sebagai subyek dan obyek, saling mengisi satu sama lain. Suatu waktu sebagai obyek mereka bersikap pasif dengan mematuhi perintah pendidik dan pengelola, namun di lain waktu mereka dituntut aktif dalam proses perkuliahan lewat bertanya dan mengadakan telaah kritis. Sehingga mereka diharapkan bisa berpikir konstruktif, bukan berpikir destruktif.
    Setiap Otodidaktor memiliki bakat yang berbeda, bakat ini dikembangkan sesuai minat mereka masing-masing, tidak perlu pemaksaan dalam pengembangan bakat. Maka para pendidik harus memiliki pengetahuan memadai tentang kemampuan intelektual, kecerdasan spritul, kecerdasan perasaan, live Skill dan potensi mereka.

    IX. Sarana
    Kuliah Alternatif diharapkan secara perlahan-lahan melengkapi semua sarana yang dibutuhkan, sehingga menjadi lembaga pendidikan yang profesional meski digratiskan.
    Adapun Sarana meliputi beberapa aspek seperti yang disampaikan KH. Moh. Idris Jauhari; sarana personal, manajerial/kepemimpinan, material, dan sarana-sarana yang berhubungan dengan bidang administrasi. Perinciannya dijelaskan dalam uraian berikut.
    a. Sarana Manajerial/Kepemimpinan, terdiri dari :
    a.1. Pengelola/Pendiri/Direktur
    a.2. Kabag Pelatihan
    a.3. Kabag Perkuliahan
    a.4. Kabag Unit Usaha
    a.5. Kabag IT (Informasi dan Teknologi)
    b. Sarana Personal/Pelaksana, terdiri dari :
    b.1. Pendidik/Dosen
    b.2. Tenaga Teknis Non-edukatif seperti; Skretaris dan Bendahara
    b.3. Tenaga-tenaga khusus yang diperlukan seperti ahli agro bisnis/industri
    c. Sarana material, terdiri dari :
    c.1. Bahan-bahan Pengajaran, seperti buku pegangan, referensi, teksbook, peralatan laboratorium, alat-alat keterampilan dan olahraga serta media pendidikan lainnya.
    c.2. Sarana fisik; rumah pengelola, ruang Kuliah Alternatif (ruang belajar, perpustakaan, dan mushalla), ruang pelatihan, hotel sederhana, supermaket, laboratorium komputer, lapangan olah raga, unit simpan pinjam dan tempat usaha lainnya.
    c.3. Dana atau Biaya Operasional; baik yang bersifat rutin maupun yang tidak rutin.
    d. Sarana Administratif, terdiri dari :
    d.1. Administrasi Pengelola meliputi :
    – Dokumen pendirian Kuliah Alternatif – Notulasi Rapat
    – Program kerja – Buku Perkembangan Otodidaktor
    – Kalender Akademik – Buku Perkembangan Pendidik
    – Daftar Pembagian Tugas – Buku Perkembangan Pegawai
    – Jadwal Perkuliahan – Buku Tamu
    d.2. Administrasi Pendidik :
    – Kurikulum – Buku Induk Pendidik
    – Daftar Nilai – Buku kumpulan bahan tes
    – Daftar buku Pegangan – Daftar Buku Referensi
    – Buku Presensi
    d.3. Administrasi Otodidaktor :
    – Buku Induk Otodidaktor – Buku kumpulan nilai otodidaktor
    – Daftar Ruang Kuliah – Buku Absensi Otodidaktor
    d.4. Administrasi Bimbingan Pembelajaran
    – Kartu Pribadi Otodidaktor ( Data Kumulatif )
    – Catatan Prestasi dan Perkembangan
    d.5. Administrasi Surat Menyurat :
    – Agenda Surat menyurat
    – File untuk arsip surat menyurat
    d.6. Administrasi Keuangan :
    – Buku Kas Umum/Kas Besar – Buku Kas Pembantu/Tabelaris
    – Peti besi/kotak Uang – Kotak Penyimpan kwitansi
    d.7. Administrasi Perlengkapan/Inventaris :
    – Daftar seluruh inventaris – Daftar inventaris tiap ruangan
    – Nomor dan Kode inventaris pada setiap barang/perlengkapan.
    d.8. Administrasi Perpustakaan
    – Daftar seluruh bahan pustaka – Katalog
    – Daftar Anggota dan Peminjam – Kartu Buku
    d.9. Administrasi Laboratorium/Workshop :
    – Daftar peralatan yang dimiliki
    – Data penggunaan
    – Daftar hasil percobaan/praktek otodidaktor

    X. Evaluasi
    Secara garis besar evaluasi pendidikan di Kuliah Alternatif memiliki beberapa fungsi pokok seperti yang disampaikan KH. Moh. Idris Jauhari : fungsi selektif, fungsi bimbingan dan dan fungsi diagnostik. Fungsi selektif yaitu melakukan pilihan terhadap berbagai alternatif yang ada, terutama yang berhubungan dengan keadaan otodidaktor seperti: mengetahui tingkat kecerdasan otodidaktor secara emosi, intelegensia dan spritual. Fungsi bimbingan digunakan untuk membantu dan membimbing otodidaktor dalam mengatasi segala kesulitan yang dihadapinya; baik menyangkut masalah-masalah pribadi ataupun masalah-masalah sosial. Fungsi diagnostik yaitu upaya mengetahui secara pasti berbagai kendala dan kelemahan yang terdapat dalam aspek-aspek pendidikan; menyangkut tujuan, materi, metode struktur program atau sarana, dan berhubungan dengan kondisi kesiapan pendidik atau otodidaktor-otodidaktor itu sendiri, sehingga bisa diambil langkah-langkah perbaikan dan penyempurnaan.
    Evaluasi terdiri dari evaluasi intelegensia yakni kemampuan menyerap materi-materi kuliah yang telah digariskan, diikuti dengan evaluasi pada kecerdasan emosi; bagaimana mengendalikan perasaan, memacu motivasi, membentuk kesabaran dan menjadi manusia yang berkepribadian, evaluasi keterampilan yakni keterampilan dalam suatu bidang tertentu yang dikuasainya seperti entrprenuer atau macroprenuer, dan evaluasi kecerdasan spritual yakni penyerapan rukun Islam dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan iman sebagai keyakinan yang tidak akan goyah oleh apa pun jua; pemikiran modern dan posmodern, perubahan zaman, kekuatan kapitalisme, dan kekuatan lainnya, dan senantiasa menghadirkan Allah dalam berbagai aspek kehidupan yang dijalani.
    Catatan paling penting untuk untuk evaluasi ialah memanfaatkan Sistem Penilaian yang disarankan untuk abad 21 yakni 50% penilaian diri sendiri, 30% penilaian teman, 20% penilaian guru atau atasan, Jeanete Vos.

    XI. Strutur Organisasi dan Pembagian Tugas
    Dewan Pembina : ………………………………………………
    Pendiri/pengelola : ……………………………………………
    Direktur : ………………………………………………
    Sekretariat : ………………………………………………
    Bendahara : ………………………………………………
    Kabag Pelatihan : ………………………………………………
    Kabag Perkuliahan : ………………………………………………
    Kabag Unit Usaha : ………………………………………………
    Kabag IT (Informasi dan Teknologi): ………………………………………………

    Dewan Pembina bertanggung jawab untuk mengumpulkan dana operasional dan pembangunan Kompleks Kuliah Alternatif.
    Pendiri/Pengelola bertanggung jawab pada proses pendirian Kuliah Alternatif, sehingga dapat diwujudkan dalam kenyataan, dan mengelolanya dengan baik.
    Direktur bertanggung jawab terhadap manajemen keseluruhan pelaksanaan program-program yang telah disusun dan disepakati bersama.
    Skretariat bertanggung jawab terhadap masalah-masalah keskretariatan
    Bendahara bertanggung jawab terhadap administrasi keuangan, pencarian dana tambahan dan pengaturannya.
    Kabag Pelatihan : Bertanggung jawab terhadap terlaksananya kegiatan-kegiatan pelatihan, baik yang bersifat komersial maupun gratis, yang sebagian hasil dimanfaatkan untuk mendukung perkuliahan gratis.
    Kabag Perkuliahan : melaksanakan program-program perkuliahan sebaik-baiknya, sehingga mampu menghasilkan otodidaktor-otodidaktor sejati.
    Kabag Unit Usaha : mengelola unit-unit usaha yang ada, sehingga mampu memberikan kesejahteraan pada orang-orang yang terlibat dalam pengelolaan Kuliah Alternatif dan pendukung utama perkuliahan.
    Kabag IT (Informasi dan Teknologi); mengelola teknologi berbasis digital, internet (web site, situs,email), teknologi pelatihan dan laboratorium komputer.

    XII Amal Shaleh
    Amal shaleh ialah perbuatan baik yang dapat memberikan manfaat pada orang lain dalam kurun waktu yang lama, bahkan seumur hidup. Setiap orang yang terlibat dalam Kuliah Alternatif mulai level paling atas sampai paling bawah dan otodidaktor yang merupakan hasil proses perkuliahan, berkomitmen untuk beramal shaleh langsung, minimal membantu tiga orang secara tulus tanpa pamrih untuk; keluar dari kemiskinan, pengangguran, keterbelakangan, keterpurukan, masalah, musibah, bencana alam, penggusuran dan ketersingkiran.
    Bentuk dari amal shaleh yakni zakat fitrah dan harta, sedekah dalam segala keadaan, berbagi ilmu secara ikhlas, mengorbankan tenaga jika tidak punya ilmu atau harta, melayani orang tua sebaik-baiknya, dan berjuang di jalan Allah melalui cara, sarana dan disesuaikan dengan keadaan.
    Kuliah Alternatif dan Pelatihan Gratis adalah bentuk amal shaleh dari kita untuk kita demi memperoleh ridha Allah SWT.
    Depok, 8 Agustus 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s