PKS Menang lagi di SUMUT


Image

Unuk sementara menurut hasil Quick Count (htung cepat) Lembaga Survey Indonesia (LSI), pasangan calon gubernur yang diusung Partai Keadilan Sejahera (PKS) bersama partai lain kembali unggul di Sumatera Utara (SUMUT).

Pasangan nomor urut 5,Syamsul Arifin-Gatot Pujo Nugroho (Syampurno), mengungguli empat pasangan lain dalam Pilkada Sumut yang digelar kemarin. Hasil hitung cepat (quick count) Lembaga Survei Indonesia dan Lingkaran Survei Indonesia menunjukkan pasangan yang didukung sebelas partai politik (parpol), termasuk PKS dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu meraih suara terbanyak.

Hingga tadi malam,Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumut belum bisa mengumumkan hasil perolehan suara sementara pemilihan. Berdasarkan penghitungan Lembaga Survei Indonesia, Syampurno sementara meraih 28,72% suara. Berada di posisi kedua, pasangan yang diusung PDIP,Tritamtomo-Benny Pasaribu (Triben) meraih 21,97%.Pada urutan ketiga, pasangan Abdul Wahab Dalimunthe-Raden M Syafi’i (Waras) yang diusung PBR,PAN,dan Partai Demokrat meraih 16,90%.

Di posisi keempat, pasangan Golkar,Ali Umri–Maratua Simanjuntak (Umma), mendapat 16,81% suara. Pada urutan terakhir, pasangan RE Siahaan-Suherdi (Pass), diusung delapan parpol antara lain PKB, PDS, mendapatkan 15,60%. Hampir sama, penghitungan Lingkaran Survei Indonesia mencatatkan pasangan Syampurno meraih dukungan 27,67%. Perolehan Syampurno mengungguli Triben yang mendapatkan 22,3%,Waras 17,22%, Pass 16,51%,dan Umma 16,26%.

Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia Denny JA mengatakan, perolehan suara Syampurno sangat dominan di Kota Binjai dan Kabupaten Langkat. Begitu juga di Deli Serdang,Kota Medan,Tanjung Balai,Asahan,Batubara,Tebing Tinggi dan Serdang Bedagai. ”Hasil quick count kita ini memiliki simpangan absolut 0,05% atau dengan sampling error kurang lebih sekitar 1% saja,”ujarnya di Medan kemarin.

Koordinator Area Sumut Lembaga Survei Indonesia Elfenda Ananda menuturkan, data yang masuk dalam hitung cepat yang mereka lakukan telah mencapai 99,14% dari 350 sebaran tempat pemungutan suara (TPS). Dua TPS belum masuk dalam data,namun tidak akan berpengaruh terhadap hasil perolehan suara. ”Satu TPS di Labuhanbatu dan satunya lagi di Tapanuli Selatan,”katanya.

Elfenda mengatakan tingkat akurasi hasil hitung cepat dengan hasil perolehan suara resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut diperkirakan 99%. Sistem tersebut telah terbukti akurat dalam pilkada di beberapa daerah. ”Kita yakin dengan hasil quick count ini,”ujarnya. Usai diunggulkan dalam quick count beberapa lembaga survei, calon gubernur Syamsul Arifin langsung keliling ke kantor-kantor parpol pendukungnya.Pada kesempatan pertama dia berkunjung ke kantor PKS Sumut di Jalan Kenanga Raya,Medan, kemudian ke kantor PPP Sumut di Jalan Raden Saleh, Medan.

”Saya mengucapkan terima kasih kepada PPP yang telah mendukung dan mengusung saya untuk tampil dalam pencalonan Pilkada Sumut 2008 ini,” ujarnya saat berkunjung ke kantor PPP Sumut. Sebaliknya,tim kampanye pemenangan Waras belum menerima sepenuhnya hasil quick count.Mereka mengaku masih menunggu keputusan resmi dari KPU Sumut. ”Yang berkompeten mengumumkan pemenang pemilihan gubernur ini adalah KPU Sumut.

Makanya, kita masih terus menunggu bagaimana keputusan resmi dari KPU Sumut,” ujar Abdul Hakim Siagian,Ketua Harian Tim Pemenangan Waras Sumut kepada SINDO tadi malam. Dia belum bisa memercayai hasil perhitungan suara cepat yang dilakukan lembaga di luar KPU.Sebab,hasil quick countlembaga-lembaga survei itu berbeda-beda.”Ada dua lembaga survei yang kita tahu melakukan perhitungan cepat. Dua-duanya mendapatkan hasil suara berbeda,” ujar anggota DPRD Sumut ini.

Calon yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP),Tritamtomo, mengaku masih menunggu perhitungan resmi KPU Sumut. ”Saya mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan masyarakat sejauh ini terhadap saya.Namun,hasil itu belum bisa dipastikan.

Kita tunggu saja perhitungan secara keseluruhan nanti,” ujarnya. Meski tidak mencoblos, Tritamtomo ikut mengunjungi sejumlah TPS di kawasan Sukaramai,Kecamatan Medan Area; dan kawasan Mandala,Kecamatan Medan Denai.Kunjungan Tritamtomo ke sejumlah TPS itu tidak ditemani calon wakilnya, Benny Pasaribu. Tim kampanye Ali Umri- Mara Tua Simanjuntak (Umma) juga belum bisa menerima hasil perhitungan cepat sepenuhnya. ”Kita masih menunggu penghitungan secara manual dari KPU Sumut. Kita enggak mungkin mempercayai penghitungan yang tidak berdasarkan undangundang,” kata Amas Muda, anggota Tim Pemenangan Umma Sumut kepada SINDO kemarin. Dia masih optimistis pasangan Umma bisa meraih suara 28%.

”Kita optimistis meraih suara terbanyak,”tandasnya. Presiden PKS Tifatul Sembiring mengaku bersyukur atas kemenangan pasangan Syampurno. Menurut dia, kemenangan PKS di Jawa Barat menjadi motivasi bagi kader partai di daerah lain, termasuk untuk para calon PKS pada Pilkada Sumut. ”Alhamdulillah pasangan yang didukung PKS selalu unggul,”syukurnya. Dia mengaku tetap menghormati hasil final yang disampaikan KPU nanti,meski hasil hitung cepat lembaga survei sudah bisa menjadi panduan.

Partisipasi Paling Rendah

Ketua Desk Pilkada Sumut Muhyan Tambuse mengatakan, keikutsertaan masyarakat Sumut dalam pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan pada 2008 tergolong rendah. Berdasarkan perhitungan sementara, partisipasi politik masyarakat dalam pilkada ini hanya mencapai 60%.

”Tadi kita temukan di lapangan,bukan hanya yang orang tidak terdaftar yang tidak datang ke TPS, yang sudah terdaftar pun tidak mau datang. Rata-rata, paling tinggi yang datang ke TPS 60%,” katanya saat ditemui di kantor Badan Informasi dan Komunikasi Provinsi Sumut kemarin. Dia membantah jika rendahnya partisipasi masyarakat disebabkan sosialisasi pemerintah kurang.

Menurut dia,selama ini pemerintah sudah bekerja maksimal menyosialisasikan pelaksanaan pilkada ke seluruh kabupaten dan kota di Sumut. Pemerintah juga menonaktifkan segala aktivitas masyarakat di pemerintahan maupun swasta. Partisipasi politik yang rendah lebih disebabkan semakin tingginya apatisme masyarakat terhadap pilkada. Masyarakat menganggap pilkada bukan suatu peristiwa penting sehingga mereka enggan mengikutinya. Dia menilai, ketidakmautahuan masyarakat terhadap pilkada disebabkan figur calon yang maju kemungkinan tidak memiliki daya tarik bagi masyarakat.

”Artinya, upaya sudah kita lakukan secara baik, namun tetap hasilnya seperti itu.Ya itulah kondisinya,”ujarnya. Jumlah pemilih sesuai daftar pemilih tetap (DPT) yang dikeluarkan KPU Sumut tercatat 8.848.511 jiwa yang memberikan suaranya pada 22.921 TPS di 28 kabupaten/ kota. Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menilai, jika dibanding dengan pilkada di daerah lain, angka partisipasi pilkada Sumut termasuk paling rendah. ”Partisipasi pemilih ada di bawah 60%, sehingga jumlah golongan putih (golput) lebih dari 40%,” kata Koordinator Nasional JPPR Jeirry Sumampow di Jakarta kemarin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s