Tulisan dalam blog ini adalah tulisan ke empat dari cerita berantai (#RantaiCerita @BloggerBogor) – ‘cer-ai’ (chain blog posting) komunitas Blogger Bogor (Blogor) yang kali ini bertemakan kota Bogor. Peserta cer-ai kali ini terbagi kedalam dua golongan, golongan hitam (sisi negatif kota Bogor) dan golongan putih (sisi positif kota Bogor). Kebetulan saya termasuk ke dalam golongan putih beserta rekan-rekan yang lain, yaitu: kang Bugi, Pege, pak Matrisoni, Ontohod, WKF, Insan Luthfi Habibi, Harris Maulana, Irvan Setya Adji dan Defidi. Informasi lengkap mengenai cer-ai ini bisa dilihat di Blogor. Selamat menikmati.
Anda bisa membaca tulisan sebelumnya di :
2. Pege,
3. pak Matrisoni
=============================
Bogor adalah kota yang terkenal. Saya yakin semua orang di dunia akhirat Indonesia mengenal Bogor. Waktu masih imutSD dan SMP saya sudah mengenal Bogor walaupun hanya melalui pelajaran di sekolah. Dari pelajaran sejarah saya mengenal prasasti Batu tulis dan Istana Bogor. Dari pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) saya mengenal kalau Bogor adalah kota di Indonesia yang mempunyai curah hujan tinggi, makanya disebut kota hujan, waktu saya datang ke Bogor pertama kali, tiada hari tanpa hujan (sekarang ngga sesering dulu).
Waktu SD/SMP saya belajar sejarah dan IPA hanya dari media buku, dan hanya bisa membayangkan saja. Terbayang sekarang seandainya dulu ketika belajar sejarah sambil melihat bukti sejarah, pasti akan lebih menjiwai (paham), pasti juga lebih menyenangkan. Seandainya belajar IPA dengan langsung melihat/praktek langsung di lapangan pasti lebih bersemangat.
Menurut saya, Bogor (kota dan kabupaten) sangat mendukung sebagai media pendidikan. Membantu pelajar supaya mendapat pengalaman belajar. Banyak hal/tempat yang ada di Bogor yang bisa dijadikan sebagai media pendidikan, terutama belajar sejarah dan belajar ilmu pengetahuan alam (mungkin anda bisa menambahkan disiplin ilmu yang lain lagi).
Salah satu tempat yang bisa dijadikan media pendidikan adalah museum. Ada beberapa museum yang berada di Bogor. Tetapi menurut berita disini dan disini pengunjung museum relatif sedikit, bahkan ketika tiket museum digratiskan (data pengunjung museum dari tahun 2006 sampai 2008 ada disni). Supaya pengunjung museum banyak dan ada lebih banyak manfaat yang diambil dari museum (terutama bagi generasi anak-anak dan anak muda), bagaimana kalau ada gerakan untuk berkunjung ke museum?. Misalnya berkunjung setiap akhir pekan (seperti gerakan WTM/ Wiken Tanpa ke Mall). Atau dari pihak pemegang kebijakan pendidikan mewajibkan sekolah-sekolah untuk berkunjung ke museum. Misalnya untuk seluruh sekolahan yang ada di daerah Bogor dan sekitarnya.
Berikut ini museum yang ada di Bogor hasil searching, silahkan anda berkunjung ke museum bersama anak anda atau anak didik, bisa sambil belajar dan diskusi.tetangga
1. Museum Etnobotani
Museum Etnobotani diresmikan pada tahun 1982 oleh Prof. DR. BJ. Habibie. Didalamnya terdapat 2.000 artefak etnobotani dan berbagai diorama pemanfaatan flora. Berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda no. 24 Telp. (0251) 8322035.
2. Museum Zoologi
Museum Zoologi didirikan pada tahun 1894 dengan nama Museum Zoologicum Bogoriensis. Mempunyai koleksi ribuan species binatang mamalia, serangga, reptillia, burung, ikan dan molluska. Lokasi terletak di Jl. Ir. H . Juanda no.09 Telp. (0251) 8322226.
3. Museum Tanah
Museum Tanah didirikan pada tanggal 29 September 1988. Museum ini merupakan tempat penyimpanan jenis contoh tanah yang terdapat di Indonesia yang disajikan dalam ukuran Kecil berupa makromonolit. Berlokasi di Jl. Ir H. Juanda no. 98 Telp. (0251)8323012.
4. Museum Peta
Museum PETA didirikan pada tahun 1995 oleh Yayasan Perjuangan Tanah Air. Didalamnya memuat 14 diorama mengenai perjalanan perjuangan para pahlawan PETA. Berlokasi di Jl. Jenderal Sudirman No. 35 Telp. (0251)8332768.
5. Museum Perjuangan
Museum Perjuangan didirikan pada tahung 1957 sebagai tempat penyimpanan macam-macam senapan yang digunakan para pejuang kemerdekaan dan terdapat koleksi senapan yang merupakan hasil rampasan dari tentara Jepang dan Inggris. Museum ini dilengkapi dengan diorama perjuangan di daerah Bogor dan sekitarnya. Berlokasi di Jl. Merdeka No. 56 Telp. (0251) 8326377.
6. Museum Dinosaurus
Selain menampilkan patung fosil dinosaurus dan robot-robot yang “mengagetkan”, museum ini juga dilengkapi dengan fosil-fosil asli telur, sebagian rangka/tulang dan gigi dinosaurus yang didatangkan langsung dari Amerika Serikat. Dari negeri sendiri (Indonesia) juga ditampilkan fosil-fosil binatang prasejarah dari tanah air yang banyak diketemukan di daerah Trinil, Sangiran, Jawa Tengah. Pemutaran film binatang-binatang purbakala dalam bentuk video juga tersedia, meskipun hanya ditayangkan dalam media televisi 14″. Tempat wisata Bogor yang berada di daerah Cisarua, sekitar 2,5 km dari Taman Safari arah ke Puncak. GPS: -6.688339,106.959998.
Saya yakin masih banyak tempat di Bogor selain museum yang bisa dijadikan media pendidikan. Jelas sekali kalau Bogor merupakan media pendidikan sejarah. Di Bogor kita bisa menemukan bukti sejarah yang bisa dibilang komplit. Dari jaman batu, jaman kerajaan, jaman penjajahan semua ada. Apa buktinya? Salah duanya yang terkenal di Bogor ada prasasti Batu Tulis dan Istana Bogor. Dan masih banyak lagi situs serta Benda Cagar Budaya (BCB) yang ada di Bogor, seperti yang disebutkan di sini atau grup FB di sini. Dengan belajar sejarah secara langsung melalui tempat (baca:media pendidikan) yang ada di Bogor harapanya nilai-nilai kearifan lokal dan semangat kebaikan dari para pendahulu akan tetap dipegang, tidak terkikis atau hilang.
Postingan berikutnya oleh Ontohod
Tempat ngambil gambar dari : Koleksi Pribadi http://www.indotravelers.com/bogor/index.html http://www.radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&id=75743 http://www.navigasi.net/goart.php?a=mudinors

Bisa masuk kegiatan Blogor tuh, mengunjungi museum2…. nice posting mas Fajar. Mas Ontohod, your turn ya
makasih kang Bugi,
Blogor bisa mengadakan sebuah acara yang menarik yang berkaitan dengan museum…
Pingback: Cerita Berantai #2: Bogor | blogor.org
Museum zoologi yang di Jl Juanda kayaknya sekarang sudah tak ada, pindah ke Cibinong.
saya baru tahu pak,
kalo yang di dalam kebun raya itu museum zoologi bukan pak?
bukannya yang pinndah itu LIPI-nya ya?
maybe bu…
sy ga tahu, krn pas pindahan ga ngomong2…
Wah mantab sekali kang Fajar tulisannya …semoga menjadi inspirasi bagi pemangku kebijakan pendidikan di kota bogor, sekarang anak2 sekolah sudah gengsi untuk ke museum, kesannya kuno dan kampungan, mereka lebih tertarik untuk ke mall, cafe2, shopping, kuliner. Pemerintah lupa Bogor gudangnya ilmu, Adanya Kebun Raya Bogor belum maksimal dimanfaatkan sebagai media pendidikan. Ayo Blogor kita dorong menjadikan kota Bogor sebagai kota pendidikan dan Cyber City.
OK pak, walaupun teknologinya maju, tetapi tetap ingat dengan sejarah bangsa
enaknya ga cuman blogor kali ya, blogor jadi penggagas dan panitia, pesertanya ya seluruh warga bogor *ting *ide ceritanya
bisa masuk agenda blogor neh, napak tilas sejarah
Pingback: Bogor Dalam Cerita
Pingback: Tanjakan Iblis di Gunung Salak | Wong Kam Fung
saya 6 tahun tinggal di bogor
sudah 6 tahun dan sudah kemana saja kang? sudah hapal tempat-tempat bersejarah di Bogor dong?
Pingback: Ngulik Bogor Yuk! « Light Breath
Hampir 4 tahun di Bogor dan belom pernah ke satu pun museum di Bogor T.T
saya sudah satu museum…
Pingback: 1001 Putihnya Kota Bogor « Sajian Defidi